inovasi daerah
SAKINAH (Saatnya Angka Kematian Ibu dan Bayi Habis)
Oleh Administrator
•
14 August 2026
SAKINAH (Saatnya Angka Kematian Ibu dan Bayi Habis) (Foto: Dokumentasi Internal)
SAKINAH mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan ibu dan bayi, mulai dari pendampingan calon pengantin, kesiapan donor darah, pemeriksaan kehamilan, hingga dukungan rujukan. Melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi ini memperkuat deteksi dini risiko dan mempercepat penanganan untuk menekan risiko kematian ibu dan bayi di Karanggeneng.
Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi membutuhkan pelayanan yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung sejak sebelum kehamilan hingga masa persalinan. Puskesmas Karanggeneng Kabupaten Lamongan mengembangkan SAKINAH atau Saatnya Angka Kematian Ibu dan Anak Habis sebagai pendekatan terpadu untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Inovasi ini menggabungkan sejumlah program yang sudah ada agar deteksi risiko, kesiapan persalinan, ketersediaan darah, penanganan penyakit penyerta, dan akses rujukan dapat dilakukan lebih cepat. Melalui kolaborasi tersebut, setiap ibu diharapkan memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya sejak tahap awal hingga pascapersalinan.
SAKINAH menempatkan pendampingan calon pengantin sebagai salah satu pintu masuk pencegahan risiko sejak dini. Melalui kerja sama Puskesmas, KUA, dan PPKB, calon pengantin mendapatkan pemeriksaan kesehatan, imunisasi, pemeriksaan hemoglobin dan golongan darah, serta edukasi mengenai kesehatan, gizi, dan kesiapan mental. Persiapan ini penting karena calon pengantin perempuan dipandang sebagai calon ibu yang perlu memasuki masa kehamilan dalam kondisi sehat. Dengan pemantauan sejak prakonsepsi, faktor risiko yang dapat memengaruhi kehamilan dan persalinan dapat diketahui lebih awal.
Komponen lain yang menjadi ciri SAKINAH adalah OBOD atau One Bumil One Donor. Program ini dibentuk untuk mengantisipasi perdarahan pascapersalinan yang dapat membutuhkan transfusi darah dalam waktu cepat, sementara ketersediaan darah dengan golongan yang sesuai tidak selalu mudah diperoleh. Puskesmas bekerja sama dengan PMI dan unsur masyarakat untuk mengadakan donor darah serta membuat register pendonor yang disesuaikan dengan golongan darah ibu hamil. Dengan basis data tersebut, kebutuhan darah dapat dipersiapkan sebelum keadaan darurat terjadi sehingga penanganan menjadi lebih cepat.
Pelayanan obstetri dan neonatal juga diperkuat melalui PONED atau Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar di Puskesmas Karanggeneng. Ibu hamil menjalani ANC terpadu yang melibatkan pemeriksaan dokter, USG, dan laboratorium agar potensi bahaya bagi ibu maupun bayi dapat terdeteksi sejak awal. Persalinan normal dipusatkan di gedung PONED sehingga kondisi kegawatdaruratan dapat segera ditangani dengan dukungan tenaga kesehatan dan fasilitas yang lebih lengkap. Lingkungan pelayanan yang lebih terkontrol juga membantu menekan risiko infeksi selama proses persalinan.
SAKINAH turut mengintegrasikan pelayanan penyakit tidak menular karena kondisi seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan asma dapat meningkatkan risiko pada kehamilan. Melalui Poli PTM, ibu hamil dengan penyakit penyerta dapat diketahui lebih dini dan penanganannya dapat direncanakan bersama sebelum persalinan. Bagi pasien yang memiliki keterbatasan akses, program PERAWAN KEREN atau Perawatan Keluarga Rawan ke Rumah Pasien menyediakan kunjungan rumah. Pendekatan ini membantu memastikan hambatan biaya, transportasi, maupun keterbatasan pendamping tidak membuat ibu kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.
Persoalan keterlambatan rujukan juga menjadi perhatian dalam SAKINAH karena keterlambatan mengenali tanda bahaya, terlambat menuju fasilitas kesehatan, dan terlambat memperoleh penanganan dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Untuk mengurangi hambatan transportasi, program PAHAT PORMALIN memanfaatkan mobil sehat sebagai sarana transportasi bagi ibu hamil dan ibu bersalin. Dukungan transportasi ini membuat proses rujukan dapat dilakukan lebih cepat ketika kondisi ibu membutuhkan pelayanan di fasilitas yang lebih lengkap. Dengan demikian, inovasi tidak hanya berfokus pada pelayanan medis, tetapi juga pada faktor akses yang sering menentukan keselamatan pasien.
Dukungan lintas sektor terhadap SAKINAH terlihat dalam kegiatan donor darah yang dilaksanakan Puskesmas Karanggeneng pada Juni 2023 untuk memperkuat program OBOD. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat sebagai pendonor dan diarahkan untuk memastikan dukungan darah tersedia bagi ibu hamil yang membutuhkan. Pedoman teknis mencatat bahwa mekanisme pelayanan inovasi dapat menghasilkan proses dalam waktu satu hari, sedangkan proses penciptaannya dirancang berlangsung sekitar satu hingga tiga bulan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan, uji coba, peluncuran, monitoring, dan evaluasi. Dengan mengintegrasikan pendampingan calon pengantin, OBOD, PONED, Poli PTM, kunjungan rumah, dan dukungan transportasi, SAKINAH menjadi model pelayanan yang berupaya menutup berbagai celah risiko kematian ibu dan bayi secara lebih menyeluruh.
TAGS:
#inovasi daerah