SI CANTIK TB, Skrining TBC pada Balita Berisiko di Puskesmas Dradah
SI CANTIK TB, Skrining TBC pada Balita Berisiko di Puskesmas Dradah (Foto: Puskesmas Dradah menghadirkan SI CANTIK TB, layanan skrining tuberkulosis pada balita dengan risiko stunting dan gizi kurang. Foto: Puskesmas Dradah.)
SI CANTIK TB melindungi balita stunting dan gizi kurang dari risiko tuberkulosis melalui skrining dini, rujukan pemeriksaan, pendampingan pengobatan, serta perbaikan gizi. Dengan melibatkan posyandu, tenaga gizi, bidan desa, dan PAUD, inovasi ini mendorong penanganan TBC dan masalah gizi secara terpadu untuk mendukung tumbuh kembang anak yang lebih sehat.
Balita dengan gizi kurang dan stunting menjadi kelompok yang rentan terhadap infeksi tuberkulosis. Deteksi dini pada kelompok ini menjadi upaya penting untuk mencegah dampak yang lebih serius. Puskesmas Dradah menjawab kebutuhan tersebut melalui SI CANTIK TB, singkatan dari Skrining Cegah Anak Tertular Infeksi TBC pada Balita Stunting dan Gizi Kurang.
SI CANTIK TB menghadirkan layanan skrining TBC yang menyasar balita dengan status gizi kurang atau stunting. Skrining dilakukan bekerja sama dengan posyandu, tenaga gizi, dan bidan desa untuk memastikan cakupan yang menyeluruh.
Balita yang teridentifikasi berisiko atau memiliki gejala TBC memperoleh rujukan pemeriksaan lanjutan. Pengobatan dilakukan sesuai standar dengan pendampingan orang tua agar terapi berjalan tuntas.
Selain skrining, program juga menekankan perbaikan gizi balita sebagai bagian dari pencegahan. Orang tua memperoleh edukasi mengenai pemenuhan gizi, praktik pemberian makan yang baik, dan pemanfaatan pangan lokal bergizi.
SI CANTIK TB memperkuat koordinasi dengan program gizi puskesmas agar penanganan berjalan menyeluruh. Balita yang mengikuti pengobatan TB memperoleh pendampingan gizi khusus untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan.
Puskesmas Dradah juga bekerja sama dengan posyandu dan sekolah PAUD untuk memantau kondisi anak setelah pengobatan. Sinergi tersebut memastikan anak yang telah pulih tetap memperoleh perhatian dalam tumbuh kembangnya.
SI CANTIK TB menegaskan pentingnya perlindungan balita rentan dari ancaman tuberkulosis. Puskesmas Dradah berupaya menjaga skrining tetap menjangkau kelompok berisiko. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masa depan anak-anak Kabupaten Lamongan yang lebih sehat sejak awal kehidupan mereka.
Melalui SI CANTIK TB, Puskesmas Dradah berupaya melindungi balita rentan dari ancaman tuberkulosis sekaligus memperkuat status gizi mereka. Inovasi ini menegaskan pentingnya pendekatan terpadu antara pengendalian penyakit menular dan perbaikan gizi.