POPULIS WARTA

Suara Masyarakat, Inspirasi Perubahan

Edisi Digital Regional
inovasi daerah

Si Cantik Besi, Sistem Terintegrasi Cegah Anemia Remaja Putri di Puskesmas Payaman

Oleh Administrator 16 August 2026
Si Cantik Besi, Sistem Terintegrasi Cegah Anemia Remaja Putri di Puskesmas Payaman

Si Cantik Besi, Sistem Terintegrasi Cegah Anemia Remaja Putri di Puskesmas Payaman (Foto: Remaja putri wilayah Puskesmas Payaman mengikuti program Si Cantik Besi, sistem terintegrasi pencegahan anemia berbasis edukasi dan suplementasi besi. Foto: Puskesmas Payaman.)

Si Cantik Besi mencegah anemia pada remaja putri melalui pemberian tablet tambah darah, edukasi gizi, dan pemantauan kadar hemoglobin secara berkala. Dengan melibatkan sekolah, posyandu remaja, serta komunitas, inovasi ini membantu meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah sekaligus mendukung terbentuknya generasi perempuan yang lebih sehat dan tangguh.

Anemia pada remaja putri menjadi salah satu perhatian karena berkaitan erat dengan kualitas kesehatan generasi mendatang. Pencegahan anemia sejak masa remaja dipandang sebagai investasi jangka panjang. Puskesmas Payaman menjawab kebutuhan tersebut melalui Si Cantik Besi, kependekan dari Sistem Cegah Anemia Terintegrasi Kolaboratif berbasis Edukasi dan Suplementasi Besi.

Si Cantik Besi menggabungkan pemberian tablet tambah darah, edukasi gizi, dan pemantauan kesehatan remaja putri. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan sekolah dan posyandu remaja agar cakupan lebih luas dan konsisten.

Petugas puskesmas memberikan penjelasan mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah, dampak anemia, serta pola makan bergizi seimbang. Materi disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan remaja dan diperkuat media visual.

Sekolah menjadi mitra strategis dengan memfasilitasi pemberian tablet tambah darah secara rutin dan pemantauan konsumsi. Guru dan pembina UKS turut berperan sebagai penggerak agar program berjalan konsisten sepanjang tahun ajaran.

Si Cantik Besi juga menggandeng organisasi remaja seperti karang taruna dan pramuka untuk menyebarluaskan pesan pencegahan anemia. Pendekatan tersebut menjangkau remaja putri di luar sekolah dan memperkuat komunitas remaja yang peduli terhadap kesehatan.

Puskesmas Payaman memantau capaian konsumsi tablet tambah darah dan kadar hemoglobin remaja putri secara berkala. Data tersebut menjadi bahan evaluasi program sekaligus dasar penyusunan rencana intervensi lanjutan.

Si Cantik Besi menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan remaja putri sebagai bagian dari kesiapan generasi mendatang. Puskesmas Payaman berupaya menjaga program tetap berjalan konsisten bersama sekolah dan komunitas remaja. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi perempuan Kabupaten Lamongan yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi masa depan.

Melalui Si Cantik Besi, Puskesmas Payaman berupaya menurunkan angka anemia pada remaja putri sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting antargenerasi. Inovasi ini menegaskan pentingnya intervensi dini dalam menjaga kualitas kesehatan perempuan Indonesia.

TAGS: #inovasi daerah