POPULIS WARTA

Suara Masyarakat, Inspirasi Perubahan

Edisi Digital Regional
inovasi daerah

KARTU SEHATI Bantu Remaja Putri Ngimbang Pantau Hb dan Cegah Anemia Sejak Dini

Oleh Administrator 14 August 2026
KARTU SEHATI Bantu Remaja Putri Ngimbang Pantau Hb dan Cegah Anemia Sejak Dini

KARTU SEHATI Bantu Remaja Putri Ngimbang Pantau Hb dan Cegah Anemia Sejak Dini (Foto: Dokumentasi asli yang digunakan pada publikasi KARTU SEHATI di laman Berita RISDA Kabupaten Lamongan. Sumber: RISDA Kabupaten Lamongan.)

KARTU SEHATI memperkuat pencegahan anemia pada remaja putri melalui pemeriksaan hemoglobin, pemantauan konsumsi Tablet Tambah Darah, serta edukasi gizi dan pola hidup sehat. Inovasi ini membantu remaja memahami kondisi kesehatannya, meningkatkan kepatuhan mengonsumsi TTD, serta mendukung terbentuknya generasi yang lebih sehat dan produktif.

Lamongan – Puskesmas Ngimbang Kabupaten Lamongan mengembangkan inovasi KARTU SEHATI (Kartu Sahabat Remaja Anti Anemia) untuk memperkuat pencegahan anemia pada remaja putri melalui pemantauan kadar hemoglobin dan konsumsi Tablet Tambah Darah. Program ini menempatkan remaja sebagai sasaran utama karena anemia dapat menurunkan konsentrasi, kebugaran, dan prestasi belajar serta meningkatkan risiko kesehatan pada masa kehamilan di kemudian hari. Melalui KARTU SEHATI, pemantauan kesehatan dilakukan lebih terstruktur dan disertai edukasi gizi serta kebiasaan hidup sehat. Pendekatan tersebut diharapkan membantu remaja putri memahami kondisi kesehatannya sekaligus membangun kepatuhan dalam pencegahan anemia. Pedoman teknis skrining anemia menjelaskan bahwa anemia terjadi ketika kadar hemoglobin lebih rendah dari nilai normal. Pada perempuan tidak hamil usia 15 tahun ke atas, kadar Hb di bawah 12 gram per desiliter menjadi salah satu indikator anemia. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala 5L, yakni lesu, letih, lemah, lelah, dan lalai, serta keluhan lain seperti mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, sering pusing, dan mata berkunang-kunang. Pencegahan sejak usia remaja menjadi penting karena remaja putri yang mengalami anemia berisiko menjadi calon ibu yang juga mengalami anemia. KARTU SEHATI mengintegrasikan pemeriksaan Hb dengan pemantauan konsumsi Tablet Tambah Darah atau TTD. Program nasional pemberian TTD kepada remaja putri dilaksanakan satu tablet setiap minggu sepanjang tahun, dengan kandungan setara 60 miligram besi elemental dan 400 mikrogram asam folat. Di sekolah, pemberian TTD dapat dilakukan melalui hari minum bersama sehingga kepatuhan lebih mudah dipantau. Publikasi RISDA Kabupaten Lamongan menyebut remaja putri di wilayah Puskesmas Ngimbang menerima tablet tambah darah FERA setiap hari Rabu dan melaporkan konsumsinya secara berkala. Skrining anemia dilakukan melalui pemeriksaan hemoglobin menggunakan Hb meter dan strip Hb sebagai bagian dari penjaringan kesehatan atau pemeriksaan berkala. Sebelum pemeriksaan, petugas menyiapkan alat Hb, strip, pen lancing, lancet, sarung tangan, swab alkohol, dan lembar persetujuan orang tua atau wali. Sampel darah diambil dari ujung jari menggunakan prosedur yang aman dan hasilnya dicatat untuk menentukan status anemia. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi kondisi anemia lebih dini sehingga tindak lanjut dapat diberikan sesuai tingkat keparahan. Pedoman teknis membagi hasil pemeriksaan menjadi tidak anemia apabila Hb mencapai atau melebihi 12 gram per desiliter, anemia ringan pada kadar 11 hingga 11,9 gram per desiliter, anemia sedang pada kadar 8 hingga 10,9 gram per desiliter, dan anemia berat pada kadar di bawah 8 gram per desiliter. Remaja yang tidak anemia tetap diarahkan mengonsumsi TTD satu tablet setiap minggu, menerapkan gizi seimbang, dan menjaga perilaku hidup sehat. Sementara itu, remaja dengan anemia memperoleh tata laksana dan pemantauan lebih lanjut sesuai kondisi klinis. Kasus berat atau kondisi yang tidak membaik memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Edukasi gizi menjadi bagian penting dalam pencegahan anemia. Remaja didorong mengonsumsi makanan beragam dengan sumber protein dan zat besi seperti daging, hati, ikan, ayam, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Konsep Isi Piringku digunakan untuk membantu memahami proporsi makanan pokok, sayur, lauk-pauk, dan buah dalam satu kali makan. Edukasi tersebut juga diperkuat melalui kebiasaan sarapan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pelaksanaan Aksi Bergizi di lingkungan sekolah. Pencatatan dan pelaporan menjadi unsur penting agar hasil skrining dan kepatuhan konsumsi TTD dapat dipantau secara berkelanjutan. Hasil pemeriksaan Hb dapat dicatat pada Buku Rapor Kesehatanku, formulir manual, maupun sistem pelaporan digital sesuai fasilitas yang tersedia. Remaja juga dapat melakukan pencatatan mandiri melalui aplikasi CERIA, sedangkan petugas puskesmas melakukan pelaporan rutin melalui sistem informasi gizi. Data tersebut menjadi dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap remaja yang mengalami anemia dan merencanakan program kesehatan di wilayah kerja puskesmas. Publikasi RISDA Kabupaten Lamongan pada 14 Juli 2025 menampilkan KARTU SEHATI sebagai inovasi Puskesmas Ngimbang untuk mewujudkan remaja putri yang sehat dan bebas anemia. Program ini memadukan pemantauan kadar Hb, konsumsi Tablet Tambah Darah, edukasi gizi, serta dukungan guru dan tenaga kesehatan dalam satu rangkaian layanan. Kolaborasi tersebut membantu membangun kesadaran bahwa pencegahan anemia bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga, dan remaja itu sendiri. Melalui KARTU SEHATI, Puskesmas Ngimbang berupaya memperkuat kesehatan remaja sekaligus mendukung pembentukan generasi yang lebih sehat dan produktif.
TAGS: #inovasi daerah