POPULIS WARTA

Suara Masyarakat, Inspirasi Perubahan

Edisi Digital Regional
inovasi daerah

JSS Dorong Siswa Pilih Jajanan Sehat dan Kurangi Sampah Plastik

Oleh Administrator 15 August 2026
JSS Dorong Siswa Pilih Jajanan Sehat dan Kurangi Sampah Plastik

JSS Dorong Siswa Pilih Jajanan Sehat dan Kurangi Sampah Plastik (Foto: Peserta didik mengikuti kegiatan Jajan Sehat Siswa di ruang kelas. Program JSS membiasakan siswa membawa peralatan makan dan minum sendiri, memilih jajanan yang lebih sehat, serta mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Foto: Dokumentasi SD Negeri 1 Pendopo)

SD Negeri 1 Pendopo membangun kebiasaan hidup sehat melalui edukasi gizi, pengawasan kantin, pembiasaan membawa alat makan pribadi, dan Gerakan Hari T...


SD Negeri 1 Pendopo membangun kebiasaan hidup sehat melalui edukasi gizi, pengawasan kantin, pembiasaan membawa alat makan pribadi, dan Gerakan Hari Tanpa Plastik.


EMPAT LAWANG — SD Negeri 1 Pendopo mengembangkan inovasi JSS untuk membentuk kebiasaan jajan yang sehat, higienis, aman, dan ramah lingkungan. Program ini melibatkan siswa, guru, orang tua, komite sekolah, serta pengelola kantin dalam satu gerakan bersama.

Kesehatan peserta didik menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Anak yang sehat akan lebih mudah berkonsentrasi, aktif mengikuti kegiatan, dan mencapai hasil belajar yang optimal. Namun, kebiasaan membeli makanan tanpa memperhatikan kandungan gizi dan kebersihan masih menjadi tantangan di lingkungan sekolah.

Sebagian jajanan dapat mengandung pewarna, pemanis, atau pengawet berlebihan, sementara proses penyajiannya belum tentu memenuhi standar higienis. Penggunaan kemasan sekali pakai juga menambah volume sampah plastik di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut mendorong SD Negeri 1 Pendopo mengembangkan inovasi JSS atau Jajan Sehat Siswa.


Budaya jajan sehat tidak cukup melalui imbauan, tetapi perlu dibangun melalui pembiasaan, pengawasan, keteladanan, dan kerja sama seluruh warga sekolah.

Kebiasaan Sehat Dimulai dari Sekolah

JSS tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat di kantin. Program ini membangun perubahan perilaku melalui pembiasaan membawa sendok, mangkuk atau piring, cangkir, dan botol minum sendiri dari rumah. Kebiasaan tersebut membantu menjaga kebersihan alat makan sekaligus mengurangi ketergantungan pada kemasan plastik.

Peserta didik juga mendapat edukasi mengenai makanan bergizi, ciri jajanan yang aman, dan pentingnya memperhatikan kebersihan. Materi tersebut disampaikan melalui kegiatan pembelajaran, sosialisasi di kelas, poster, leaflet, dan presentasi sederhana. Dengan cara itu, siswa tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga mempraktikkannya dalam keseharian.

Sekolah menetapkan Gerakan Hari Tanpa Plastik sebagai bagian dari program. Pada hari tertentu, siswa didorong menggunakan alat makan yang dapat dipakai kembali dan menghindari kemasan sekali pakai. Langkah ini menghubungkan pendidikan kesehatan dengan kepedulian lingkungan secara langsung.

Pengawasan kantin dilakukan untuk memastikan makanan tersimpan dengan baik, lingkungan tetap bersih, serta bahan yang digunakan aman. Pedagang kantin dilibatkan melalui sosialisasi agar memahami standar jajanan sehat dan mendukung perubahan kebiasaan siswa. Kolaborasi ini menjadikan program sebagai gerakan bersama, bukan sekadar aturan sekolah.

Orang Tua dan Kantin Menjadi Mitra

Keterlibatan orang tua menjadi salah satu kekuatan JSS. Melalui grup WhatsApp, sekolah menyampaikan informasi program, perkembangan pelaksanaan, dan pengingat kepada keluarga. Orang tua diharapkan menyiapkan alat makan serta membiasakan anak memilih makanan yang lebih sehat sejak dari rumah.

Sekolah juga membentuk tim yang terdiri dari kepala sekolah, guru, komite, dan pengelola kantin. Tim bertugas menyusun aturan, melakukan sosialisasi, memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi program. Instrumen monitoring mencakup kelengkapan alat jajan siswa, kebersihan kelas, kondisi lingkungan sekolah, dan standar kebersihan kantin.

Pemantauan dilakukan melalui daftar siswa yang membawa peralatan makan, lembar pengawasan kebersihan, serta instrumen penilaian kantin. Aspek yang diperiksa antara lain ketersediaan alat makan, kondisi higienis, penyimpanan makanan, kebersihan lingkungan, dan keramahan pelayanan. Data tersebut menjadi dasar perbaikan program secara berkala.

Dikembangkan Bertahap Selama 24 Minggu

Tahap identifikasi masalah dilaksanakan pada minggu pertama hingga ketiga Maret 2025 melalui observasi kebiasaan jajan dan kondisi kantin. Perancangan program dilakukan pada akhir Maret hingga pertengahan April dengan menyusun kebijakan, standar kantin sehat, dan bahan sosialisasi.

Sosialisasi kepada siswa, orang tua, guru, dan pedagang kantin berlangsung pada akhir April. Program kemudian diterapkan selama Mei melalui pembiasaan membawa alat makan sendiri, pemilihan jajanan sehat, dan pengawasan kebersihan. Evaluasi dilaksanakan pada Juni untuk melihat tingkat keberhasilan serta kendala yang masih dihadapi.

Sosialisasi kepada guru dan pemilik kantin, pengawasan lingkungan, siswa membawa alat jajan, serta monitoring kebersihan kantin. Melalui pelaksanaan yang konsisten, JSS diharapkan membentuk budaya sekolah yang lebih sehat, bersih, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.

Sumber: JSS (Jajan Sehat Siswa) Tahun 2025, SD Negeri 1 Pendopo, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.

TAGS: #inovasi daerah