SIJALI Gerakkan Siswa Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah
SIJALI Gerakkan Siswa Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah (Foto: Siswa bersama pendamping melakukan kegiatan penataan dan perawatan lingkungan di SD Negeri 2 Talang Padang. Program SIJALI mendorong keterlibatan peserta didik dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan lingkungan sekolah. Foto: Dokumentasi Program SIJALI)
Program Siswa Jaga Lingkungan menempatkan peserta didik sebagai agen perubahan melalui kerja bersama, pembagian tanggung jawab, monitoring, dan pembia...
Program Siswa Jaga Lingkungan menempatkan peserta didik sebagai agen perubahan melalui kerja bersama, pembagian tanggung jawab, monitoring, dan pembiasaan menjaga sekolah tetap bersih, sehat, serta nyaman.
EMPAT LAWANG — SD Negeri 2 Talang Padang mengembangkan SIJALI untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini. Program ini mengajak siswa terlibat langsung dalam penataan, perawatan, dan pemantauan lingkungan sekolah agar tercipta ruang belajar yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Kebersihan lingkungan sekolah menjadi salah satu syarat penting untuk menciptakan proses belajar yang sehat dan nyaman. Sampah yang tidak dikelola, fasilitas yang kurang terawat, serta kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat mengganggu konsentrasi dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Persoalan tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada petugas kebersihan atau pihak sekolah.
Siswa sebagai bagian dari warga sekolah memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Namun, kesadaran dan keterlibatan mereka masih perlu dibangun melalui kegiatan yang terarah serta dilakukan secara konsisten. Atas dasar itu, SD Negeri 2 Talang Padang mengembangkan SIJALI atau Siswa Jaga Lingkungan sebagai program pembiasaan bersama.
Siswa Menjadi Agen Perubahan
SIJALI dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap kebersihan sekolah. Peserta didik tidak hanya menerima imbauan, tetapi dilibatkan langsung dalam kegiatan menjaga area belajar, halaman, fasilitas umum, dan lingkungan sekitar. Keterlibatan tersebut diharapkan menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah.
Program dimulai dengan membentuk tim kerja yang melibatkan guru, siswa, dan unsur pendukung lainnya. Tim menyusun jadwal, pembagian tugas, mekanisme pelaksanaan, serta dokumentasi kegiatan. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan kegiatan dan memastikan setiap siswa memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi.
Kegiatan dilakukan melalui kerja bersama dan pembiasaan yang sederhana. Siswa dapat dilibatkan dalam membersihkan area sekolah, menata lingkungan, merawat fasilitas, dan mengingatkan teman untuk menjaga kebersihan. Cara tersebut menjadikan pendidikan lingkungan sebagai pengalaman nyata, bukan sekadar materi yang disampaikan di kelas.
Dokumentasi berupa foto, video, dan catatan kegiatan disusun sebagai bukti pelaksanaan. Data tersebut juga digunakan untuk melihat tingkat partisipasi, hambatan, serta perubahan perilaku siswa. Dengan pencatatan yang rutin, sekolah dapat mengetahui bagian program yang perlu dipertahankan maupun diperbaiki.
Apresiasi untuk Menjaga Semangat
SIJALI turut menggunakan penghargaan sederhana untuk menjaga motivasi siswa. Apresiasi dapat diberikan dalam bentuk pujian, sertifikat, atau pengakuan terhadap kelompok yang aktif dan bertanggung jawab. Penghargaan tidak ditempatkan sebagai tujuan utama, tetapi sebagai penguatan agar perilaku positif terus diulangi.
Melalui kegiatan kelompok, siswa juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan berbagi tugas. Mereka memahami bahwa lingkungan bersih merupakan hasil dari kepedulian bersama. Nilai gotong royong dan tanggung jawab tumbuh melalui tindakan langsung yang dilakukan secara berulang di lingkungan sekolah.
Monitoring dilaksanakan secara berkala untuk memastikan program berjalan sesuai rencana. Tim mengamati tingkat keterlibatan siswa, kondisi lingkungan, serta kendala yang muncul selama kegiatan. Hasil monitoring kemudian dibahas dalam evaluasi untuk menyempurnakan jadwal, pembagian tugas, metode kegiatan, dan sistem penilaian.
Dikembangkan dalam Sembilan Minggu
Tahap identifikasi masalah dimulai pada minggu ketiga Juli 2025. Sekolah mengamati bahwa kegiatan kebersihan belum terlaksana secara optimal dan partisipasi siswa masih perlu ditingkatkan. Perancangan program dilakukan pada akhir Juli hingga awal Agustus dengan menyusun konsep kegiatan yang berpusat pada peserta didik.
Sosialisasi dan pembentukan tim berlangsung pada minggu kedua hingga ketiga Agustus 2025. Uji coba serta implementasi kemudian dilakukan mulai akhir Agustus sampai minggu kedua September. Selama tahap tersebut, guru memantau respons, partisipasi, dan pelaksanaan tugas siswa sebagai bahan refleksi.
Evaluasi dan penyempurnaan dilakukan pada minggu ketiga September 2025. Dokumen program menyebut SIJALI telah membantu meningkatkan kesadaran serta partisipasi siswa dalam menjaga kebersihan sekolah. Program ini diharapkan terus berkembang sebagai budaya bersama dan menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Empat Lawang.
Sumber: SIJALI (Siswa Jaga Lingkungan) Tahun 2025, SD Negeri 2 Talang Padang, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.