BEKAL LEGASI Ubah Struktur Kalimat Menjadi Permainan Gaplek
BEKAL LEGASI Ubah Struktur Kalimat Menjadi Permainan Gaplek (Foto: Peserta didik menyusun kartu kata dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 4 Pendopo. Melalui BEKAL LEGASI, kartu permainan dimodifikasi untuk membentuk kalimat berstruktur Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan. Foto: Dokumentasi Program BEKAL LEGASI)
SD Negeri 4 Pendopo memodifikasi permainan tradisional menjadi media belajar Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan yang mudah, murah, serta mendoron...
SD Negeri 4 Pendopo memodifikasi permainan tradisional menjadi media belajar Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan yang mudah, murah, serta mendorong keaktifan siswa.
EMPAT LAWANG — SD Negeri 4 Pendopo menghadirkan BEKAL LEGASI untuk membuat pembelajaran struktur kalimat lebih aktif dan menyenangkan. Permainan gaplek dimodifikasi menjadi kartu kata yang menantang siswa menyusun kalimat dengan pola Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan.
Struktur kalimat merupakan materi dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Siswa perlu memahami fungsi subjek, predikat, objek, dan keterangan agar mampu menyusun kalimat yang lengkap serta bermakna. Namun, pembelajaran yang didominasi penjelasan guru dan latihan tertulis kerap membuat sebagian siswa pasif.
Penggunaan video dan perangkat digital dapat membantu, tetapi belum selalu mudah diterapkan di sekolah yang memiliki keterbatasan jaringan internet maupun sarana. Gangguan tayangan dan iklan juga dapat mengalihkan perhatian siswa dari materi. Kondisi tersebut mendorong lahirnya media non-digital yang sederhana dan tetap menarik.
Aturan Gaplek Diubah Menjadi Tantangan Menyusun SPOK
BEKAL LEGASI merupakan singkatan dari Belajar Kalimat Lewat Game Modifikasi. Inovasi ini mengadaptasi aturan permainan gaplek untuk pembelajaran struktur kalimat. Bagian depan kartu diubah menjadi kata yang memiliki fungsi sebagai subjek, predikat, objek, atau keterangan.
Siswa dibagi ke dalam kelompok beranggotakan empat orang. Setiap kelompok memperoleh satu set kartu, lalu masing-masing siswa mengambil empat kartu secara bergiliran searah jarum jam. Kartu yang tidak dibutuhkan dapat dimainkan sehingga peserta lain memperoleh kesempatan menyusun kombinasi kata yang tepat.
Pemenang adalah siswa yang paling cepat mengumpulkan empat kartu dan membentuk satu kalimat lengkap berstruktur SPOK. Kalimat tersebut kemudian dipresentasikan di depan kelompok, ditanggapi oleh teman, dan diperkuat oleh guru. Permainan dapat diulang agar seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama.
Desain permainan juga dapat disesuaikan untuk membentuk pola yang lebih sederhana, seperti Subjek-Predikat atau Subjek-Predikat-Objek. Dengan demikian, tingkat kesulitan dapat diatur berdasarkan kemampuan siswa. Materi yang abstrak berubah menjadi aktivitas menyusun, memilih, berdiskusi, dan memecahkan tantangan.
Pembelajaran Murah yang Berpusat pada Siswa
Kebaruan BEKAL LEGASI terletak pada pemanfaatan permainan masyarakat sebagai model pembelajaran yang terukur. Inovasi tidak bergantung pada perangkat elektronik atau koneksi internet. Guru cukup menyiapkan kartu gaplek yang dimodifikasi, lembar observasi, alat tulis, dan lembar evaluasi.
Permainan memberi ruang lebih luas bagi siswa untuk terlibat aktif. Mereka harus membaca kata, mengenali fungsinya, mempertimbangkan susunan, dan bekerja dalam kelompok. Interaksi tersebut sejalan dengan pendekatan konstruktivisme, yakni pemahaman dibangun melalui pengalaman dan keterlibatan langsung.
Guru berperan sebagai fasilitator yang menjelaskan aturan, mengamati partisipasi, dan memberikan penguatan pada setiap presentasi. Setelah permainan, siswa mengerjakan lima soal esai sebagai evaluasi tertulis. Hasilnya dibandingkan dengan data awal untuk melihat perubahan pemahaman dan keaktifan.
Diterapkan untuk Siswa Kelas V dan VI
Program ditujukan kepada siswa kelas V dan VI SD Negeri 4 Pendopo, Kecamatan Pendopo. Tahap persiapan dijadwalkan pada 5-11 September 2025 melalui rapat, penentuan kelas, pembentukan tim, penyusunan jadwal, serta penyiapan alat dan bahan.
Pelaksanaan pembelajaran berlangsung pada 11 September hingga 10 Oktober 2025. Guru menerapkan permainan, melakukan evaluasi akhir, membandingkan pembelajaran dengan dan tanpa inovasi, serta menyusun persentase keberhasilan dan keaktifan siswa. Tahap evaluasi dan pelaporan dilanjutkan hingga November 2025.
Indikator yang ditetapkan meliputi keaktifan siswa minimal 75 persen, ketuntasan belajar di atas 70 persen, serta perbedaan hasil sebelum dan sesudah kegiatan yang signifikan. BEKAL LEGASI diharapkan menjadi pilihan bagi guru yang membutuhkan pembelajaran kreatif, praktis, dan dapat dilaksanakan meski fasilitas digital terbatas.
Sumber: BEKAL LEGASI (Belajar Kalimat Lewat Game Modifikasi) Tahun 2025, SD Negeri 4 Pendopo, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.