CINTA POHON Ajak Anak PAUD Muara Keban Belajar Menanam dan Merawat Lingkungan
CINTA POHON Ajak Anak PAUD Muara Keban Belajar Menanam dan Merawat Lingkungan (Foto: Guru mendampingi anak-anak PAUD Muara Keban saat mengamati dan menanam bibit di lingkungan sekolah. Kegiatan langsung membantu anak mengenal tanaman melalui pengalaman konkret. Interaksi di luar kelas juga memberi ruang untuk bertanya, bekerja sama, dan belajar merawat alam. Foto: Dokumentasi inovasi CINTA POHON.)
CINTA POHON membawa anak belajar langsung dari lingkungan yang mereka jumpai setiap hari. Kegiatan menanam dan mengamati pohon membuat pengetahuan menjadi lebih konkret. Pendampingan guru membantu anak membangun rasa ingin tahu sekaligus kebiasaan merawat tanaman. Dari kegiatan sederhana itu, kepedulian terhadap lingkungan mulai ditanamkan sejak usia dini.
EMPAT LAWANG — PAUD Muara Keban, Kecamatan Lintang Kanan, menghadirkan inovasi CINTA POHON atau Cipta Interaksi Nyata Harmoni Lingkungan sebagai pembelajaran berbasis alam bagi anak usia dini. Program yang disusun Yewin Helinse ini mengajak peserta didik mengenal pohon melalui pengamatan, percakapan sederhana, kegiatan menanam, dan perawatan tanaman. Anak tidak hanya menerima penjelasan di dalam kelas, tetapi berinteraksi langsung dengan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun pengetahuan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap alam sejak dini.
Gagasan CINTA POHON muncul karena banyak anak telah melihat pohon di sekitarnya, tetapi belum sepenuhnya memahami bagian dan manfaatnya. Pada masa pendidikan usia dini, pengalaman konkret dibutuhkan agar pengetahuan baru lebih mudah dipahami dan diingat. Guru kemudian mengembangkan pembelajaran yang mengenalkan akar, batang, daun, buah, serta peran pohon bagi manusia dan lingkungan. Materi itu disampaikan melalui aktivitas sederhana yang sesuai dengan tahap perkembangan dan dunia bermain anak.
Pohon diperkenalkan sebagai tumbuhan yang menghasilkan udara segar, memberi keteduhan, dan membantu menjaga keseimbangan lingkungan. Anak juga diajak memahami bahwa pohon menjadi tempat hidup bagi berbagai makhluk dan membuat lingkungan terasa lebih sehat. Penjelasan tersebut tidak diberikan sebagai hafalan, melainkan dikaitkan dengan benda yang dapat dilihat dan disentuh di sekitar sekolah. Dengan cara itu, pembelajaran lingkungan menjadi lebih dekat, menarik, dan bermakna bagi peserta didik.
Belajar dari Pohon di Sekitar Sekolah
Pelaksanaan CINTA POHON dimulai dengan persiapan materi, gambar, alat peraga, serta penentuan tanaman yang akan diamati. Guru kemudian mengajak anak keluar kelas untuk memperhatikan bagian pohon dan perubahan yang terlihat pada tanaman. Tanya jawab digunakan untuk memberi kesempatan kepada anak menyampaikan apa yang mereka lihat, rasakan, dan ketahui. Kegiatan ditutup dengan kesimpulan sederhana serta pesan untuk menjaga dan merawat tanaman di lingkungan sekitar.
Metode observasi dipadukan dengan bermain sambil belajar agar anak terlibat secara aktif selama kegiatan. Guru dapat mengajak peserta didik menyentuh tanah, mengenali bentuk daun, melihat batang, atau membantu menanam bibit dengan pendampingan. Aktivitas tersebut melatih rasa ingin tahu, kemampuan berkomunikasi, koordinasi gerak, dan kerja sama antaranak. Pengalaman langsung juga membantu guru menanamkan sikap peduli lingkungan tanpa membuat pembelajaran terasa kaku.
Inovasi ini menjadikan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan secara berulang. Setiap tanaman dapat menjadi bahan percakapan baru ketika tumbuh, mengeluarkan daun, atau membutuhkan air dan perawatan. Anak belajar bahwa pohon bukan sekadar objek yang dilihat, tetapi makhluk hidup yang perlu dijaga secara konsisten. Kebiasaan kecil tersebut diharapkan berkembang menjadi karakter cinta lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun Karakter Peduli Sejak Dini
Manfaat CINTA POHON tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan tentang bagian dan fungsi tanaman. Program ini juga melatih anak menjaga kebersihan, menyiram tanaman, serta memperlakukan lingkungan dengan lebih bertanggung jawab. Bagi guru, kegiatan tersebut menambah variasi pembelajaran kreatif yang menghubungkan materi kelas dengan pengalaman nyata. Bagi sekolah, keberadaan aktivitas berbasis lingkungan mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih hijau, asri, dan menyenangkan.
Sasaran utama program adalah peserta didik PAUD Muara Keban yang sedang berada pada tahap awal pembentukan sikap dan kebiasaan. Pendidik bertindak sebagai fasilitator yang memberi contoh, menjaga keamanan kegiatan, dan mengarahkan interaksi anak dengan lingkungan. Keterlibatan guru menjadi penting karena kepedulian terhadap alam lebih mudah tumbuh melalui teladan yang dilakukan secara konsisten. Program ini juga membuka peluang keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam merawat pohon di sekitar tempat tinggal.
Dilaksanakan Bertahap dan Dievaluasi
Perencanaan program dilaksanakan mulai 26 Februari hingga 7 Maret 2025 dengan mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran dan menyiapkan media pendukung. Tahap perancangan berlangsung pada 7-12 Maret 2025 untuk menyusun alur kegiatan, materi bagian pohon, dan pertanyaan interaktif bagi anak. Pelaksanaan dilakukan pada 13-20 Maret 2025, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi pada 21-23 Maret 2025 untuk melihat pemahaman peserta didik. Hasil kegiatan selanjutnya disusun dalam laporan sebagai bahan dokumentasi dan pengembangan program.
CINTA POHON menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dimulai melalui pengalaman sederhana yang dekat dengan kehidupan anak. Mengamati, menanam, dan merawat pohon menjadi sarana untuk membangun pengetahuan sekaligus kebiasaan baik. Pembelajaran semacam ini dapat dilakukan tanpa teknologi rumit karena kekuatan utamanya terletak pada interaksi nyata antara anak, guru, dan alam. PAUD Muara Keban berharap program tersebut membantu membentuk generasi yang tumbuh dengan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Sumber bahan berita: CINTA POHON (Cipta Interaksi Nyata Harmoni Lingkungan), PAUD Muara Keban, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Tahun Ajaran 2025/2026.