POPULIS WARTA

Suara Masyarakat, Inspirasi Perubahan

Edisi Digital Regional
inovasi daerah

CHARACTER BUILDING WITH SONG Tanamkan Karakter melalui Musik di SDN 1 Sukorame

Oleh Administrator 14 August 2026
CHARACTER BUILDING WITH SONG Tanamkan Karakter melalui Musik di SDN 1 Sukorame

CHARACTER BUILDING WITH SONG Tanamkan Karakter melalui Musik di SDN 1 Sukorame (Foto: Dokumentasi Internal)

CHARACTER BUILDING WITH SONG menanamkan nilai karakter, nasionalisme, religiusitas, dan penghargaan terhadap keberagaman melalui pemanfaatan lagu nasional, daerah, dan religi. Dengan pemutaran lagu rutin serta sesi refleksi bersama guru, inovasi ini menjadikan musik sebagai media pembelajaran yang menyenangkan untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila dan membangun karakter siswa sejak dini.

Lamongan – SDN 1 Sukorame Kabupaten Lamongan mengembangkan inovasi CHARACTER BUILDING WITH SONG sebagai pendekatan pendidikan karakter melalui musik yang dekat dengan keseharian siswa. Program ini memanfaatkan lagu nasional, daerah, dan religi sebagai media untuk menanamkan nilai karakter, nasionalisme, religiusitas, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya. Lagu diperdengarkan secara rutin melalui fasilitas audio sekolah sehingga pendidikan karakter dapat berlangsung tanpa menambah beban jam pelajaran. Melalui pendekatan yang menyenangkan, siswa tidak hanya menghafal lagu, tetapi juga diarahkan memahami pesan yang terkandung di dalam liriknya. Gagasan tersebut berangkat dari pemahaman bahwa musik memiliki peran dalam perkembangan bahasa, motorik, emosi, daya ingat, konsentrasi, dan imajinasi anak. Lagu anak yang sederhana, mudah diingat, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari dinilai efektif untuk menyampaikan pesan pendidikan. SDN 1 Sukorame kemudian memanfaatkan karakter musik tersebut untuk mendukung Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Pembiasaan mendengarkan lagu dengan variasi berbeda setiap hari diharapkan membantu siswa mengenal sekaligus menginternalisasi nilai positif secara alami. Program juga diarahkan untuk memperkuat dimensi Berkebhinekaan Global melalui pengenalan kekayaan budaya Indonesia. Lagu nasional digunakan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan, sedangkan lagu daerah termasuk tembang Jawa dan macapat membantu siswa mengenal warisan budaya lokal. Lagu bernuansa religi digunakan sebagai sarana memperkuat nilai spiritual dan budi pekerti. Perpaduan tersebut menjadikan musik sebagai jembatan untuk memperkenalkan keragaman sekaligus menanamkan sikap saling menghargai. Kebaruan CHARACTER BUILDING WITH SONG terletak pada pemanfaatan teknologi sederhana yang sudah tersedia di sekolah. Bel dan pengeras suara digunakan untuk memutar lagu-lagu pilihan tanpa membutuhkan investasi teknologi yang mahal. Setiap hari, lagu diputar sekitar 15 menit sebelum pembelajaran, 10 menit saat istirahat, dan 10 menit menjelang penutupan kegiatan belajar. Tema lagu diatur secara bergantian sehingga siswa memperoleh pengalaman musikal yang beragam sepanjang minggu. Pembelajaran tidak berhenti pada aktivitas mendengarkan. Setiap Jumat pagi, siswa mengikuti sesi refleksi sekitar 30 menit untuk mendiskusikan pesan moral dari lagu-lagu yang didengarkan selama satu minggu. Guru memandu siswa menganalisis lirik, menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, serta menyampaikan pendapat melalui diskusi atau tugas kreatif. Pola pasif-aktif tersebut membuat musik berfungsi sebagai hiburan sekaligus media pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis. Bagi siswa, program memberikan manfaat berupa peningkatan hafalan lagu nasional dan daerah sekaligus penguatan karakter religius dan nasionalis. Bagi guru, pendekatan berbasis musik mempermudah integrasi nilai Pancasila dan budi pekerti ke dalam kegiatan sekolah tanpa harus menyediakan mata pelajaran tambahan. Sementara bagi sekolah, pemutaran musik dan berbagai aktivitas pendukung membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih hidup, inspiratif, dan menyenangkan. Musik dengan demikian menjadi bagian dari atmosfer pendidikan sehari-hari. Evaluasi program dilakukan secara berkelanjutan melalui asesmen dan pengamatan perilaku. Sekolah merancang lomba menyanyi lagu wajib nasional dan daerah antar kelas dengan penilaian terhadap hafalan, pemahaman lirik, dan ekspresi penyampaian pesan moral. Guru juga mencatat perkembangan perilaku siswa dalam jurnal, terutama pada indikator toleransi, semangat kebangsaan, dan kesadaran beragama. Hasil evaluasi digunakan untuk menyempurnakan pemilihan lagu dan pelaksanaan kegiatan pada periode berikutnya. Melalui CHARACTER BUILDING WITH SONG, SDN 1 Sukorame menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tidak selalu membutuhkan perangkat canggih atau biaya besar. Pemanfaatan musik, pengeras suara sekolah, diskusi reflektif, dan aktivitas kreatif dapat menjadi sarana pendidikan karakter yang dekat dengan dunia anak. Program ini diharapkan terus berkembang dengan memperkaya repertoar lagu dan metode evaluasi sehingga semakin efektif mendukung pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Pendekatan sederhana tersebut sekaligus membuka peluang untuk direplikasi oleh sekolah lain sesuai karakteristik dan sumber daya masing-masing.
TAGS: #inovasi daerah