inovasi daerah
PEPELING Ajak Siswa SDN Gedangan Kurangi Sampah Plastik Lewat Kebiasaan Ramah Lingkungan
Oleh Administrator
•
14 August 2026
PEPELING Ajak Siswa SDN Gedangan Kurangi Sampah Plastik Lewat Kebiasaan Ramah Lingkungan (Foto: Dokumentasi asli kegiatan PEPELING di SD Negeri Gedangan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Siswa dibiasakan menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan. Sumber: Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Lamongan.)
PEPELING menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini melalui pembiasaan mengurangi plastik sekali pakai, membawa wadah makan dan minum sendiri, serta menjaga kebersihan sekolah. Dengan dukungan pembelajaran tematik, kegiatan pengelolaan sampah, dan kolaborasi orang tua, inovasi ini mendorong terbentuknya budaya sekolah yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Lamongan – SD Negeri Gedangan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, mengembangkan inovasi PEPELING (Pendidikan Edukasi Peduli Lingkungan) untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Program ini berangkat dari meningkatnya penggunaan kemasan plastik sekali pakai dari makanan dan minuman yang dibawa siswa ke sekolah. Kondisi tersebut menambah volume sampah harian yang sulit terurai dan berpotensi mengganggu kebersihan serta kesehatan lingkungan sekolah. Melalui PEPELING, sekolah mengajak seluruh warga sekolah membangun kebiasaan sederhana yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Fokus utama PEPELING adalah mengurangi sampah plastik melalui gerakan membawa tempat makan dan tempat minum sendiri. Kebiasaan tersebut diarahkan untuk menggantikan penggunaan kemasan sekali pakai yang selama ini menjadi salah satu sumber sampah di sekolah. Siswa tidak hanya diminta membawa perlengkapan makan pribadi, tetapi juga dibimbing memahami dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Dengan praktik langsung, pendidikan lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa, bukan sekadar materi teori di dalam kelas.
Program PEPELING juga diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran melalui berbagai mata pelajaran seperti IPA, PPKn, dan Bahasa Indonesia. Guru memanfaatkan tugas proyek, diskusi, kampanye siswa, serta kegiatan berbasis proyek untuk memperkuat pemahaman mengenai pelestarian lingkungan. Sekolah juga menyediakan pojok edukasi lingkungan yang menampilkan poster, infografis, video, dan karya siswa bertema lingkungan. Pendekatan ini membuat pesan kepedulian lingkungan disampaikan melalui berbagai media dan aktivitas yang dekat dengan peserta didik.
Kegiatan tematik turut menjadi bagian dari inovasi, antara lain Jumat Bersih, Hari Tanpa Plastik, program kelas bebas sampah plastik, serta edukasi pengelolaan sampah melalui pembelajaran P5. Siswa dilibatkan untuk memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas dan halaman, serta melakukan daur ulang sederhana. Sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa maupun kelas yang aktif dan konsisten menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Apresiasi tersebut diharapkan memperkuat motivasi dan menjadikan kepedulian lingkungan sebagai budaya bersama.
Kolaborasi dengan orang tua dan komite sekolah menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan PEPELING. Orang tua didorong mendampingi anak membawa bekal dengan wadah yang dapat digunakan kembali serta mengurangi penggunaan plastik dari rumah. Dukungan keluarga membantu menjaga konsistensi kebiasaan yang telah dibangun di sekolah. Dengan demikian, pendidikan peduli lingkungan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat diterapkan pula dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
Pelaksanaan PEPELING disusun melalui tahapan identifikasi masalah, perumusan ide, perencanaan program, sosialisasi dan koordinasi, implementasi kegiatan, monitoring-evaluasi, serta pelaporan dan publikasi. Pedoman teknis menyebut proses penciptaan inovasi berlangsung sekitar satu hingga tiga bulan dengan pendekatan partisipatif dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekolah. Pemantauan dilakukan terhadap tingkat keterlibatan siswa dan efektivitas pengurangan sampah plastik. Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki serta mengembangkan program agar tetap relevan dan berkelanjutan.
Publikasi resmi Pemerintah Kabupaten Lamongan pada 3 September 2024 menunjukkan bahwa PEPELING telah menjadi bagian dari rutinitas siswa SDN Gedangan. Siswa aktif menjaga kebersihan taman, kelas, dan halaman sekolah, sementara orang tua ikut mendukung kebiasaan membawa peralatan makan pribadi. Program tersebut dilaporkan mampu menurunkan jumlah sampah plastik dan membuat lingkungan sekolah lebih bersih serta nyaman. Pembiasaan yang konsisten juga memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian terhadap alam dalam kehidupan sekolah.
Melalui PEPELING, SD Negeri Gedangan berupaya membentuk generasi yang tidak hanya memahami persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan tindakan nyata untuk mengatasinya. Pengurangan plastik sekali pakai, kebiasaan membawa wadah pribadi, pemilahan sampah, edukasi lingkungan, dan kolaborasi keluarga menjadi satu rangkaian pembelajaran yang saling mendukung. Program ini sekaligus membantu mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan ramah lingkungan. Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, PEPELING diharapkan dapat menjadi praktik baik yang dapat diterapkan oleh satuan pendidikan lainnya di Kabupaten Lamongan.
TAGS:
#inovasi daerah