inovasi daerah
PAHAFSI Tumbuhkan Budaya Literasi Siswa di SD Negeri Kalanganyar Lamongan
Oleh Administrator
•
14 August 2026
PAHAFSI Tumbuhkan Budaya Literasi Siswa di SD Negeri Kalanganyar Lamongan (Foto: Dokumentasi asli kegiatan literasi siswa di wilayah Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Foto digunakan sebagai dokumentasi pendukung karena dokumentasi foto PAHAFSI beresolusi HD tidak tersedia pada portal resmi yang dapat diunduh. Sumber: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan.)
PAHAFSI menumbuhkan kebiasaan literasi siswa SD Negeri Kalanganyar melalui papan hafalan dengan tema Pendidikan Agama Islam, Pengetahuan Umum, dan Bahasa Jawa yang diperbarui secara berkala. Dengan kegiatan membaca rutin sebelum masuk kelas, saat istirahat, dan sebelum pulang, inovasi ini mendorong peningkatan minat baca, kemampuan memahami informasi, kedisiplinan, serta pembentukan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Lamongan – SD Negeri Kalanganyar, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, mengembangkan inovasi PAHAFSI (Papan Hafalan Siswa) sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan membangun kebiasaan literasi sejak dini. Program ini lahir dari kekhawatiran sekolah terhadap kecenderungan siswa yang lebih tertarik menggunakan gawai dibandingkan membaca buku. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut dinilai dapat mengurangi kesadaran membaca dan melemahkan kemampuan literasi siswa. Melalui PAHAFSI, sekolah menghadirkan media baca sederhana yang dapat diakses siswa secara rutin dalam aktivitas sehari-hari.
PAHAFSI dirancang sebagai papan hafalan yang berisi materi bacaan dengan tema yang berganti secara berkala. Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga tema utama, yakni Pendidikan Agama Islam, Pengetahuan Umum, dan Bahasa Jawa. Tema pada papan hafalan diganti setiap satu minggu sekali agar siswa memperoleh variasi materi dan tidak cepat merasa bosan. Pola tersebut juga membantu sekolah mengenalkan literasi yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada satu bidang pengetahuan.
Kegiatan PAHAFSI dilakukan pada tiga waktu utama selama berada di sekolah. Siswa membaca papan hafalan pada pagi hari sebelum masuk kelas, saat waktu istirahat, dan sebelum pulang sekolah. Pengulangan pada waktu yang berbeda diharapkan membentuk kebiasaan membaca yang konsisten serta membantu siswa mengingat materi secara bertahap. Dengan pendekatan sederhana tersebut, kegiatan literasi menjadi bagian dari rutinitas sekolah yang mudah diterapkan tanpa membutuhkan perangkat khusus.
Pelaksanaan PAHAFSI diawali dengan sosialisasi oleh kepala sekolah dan guru kepada seluruh warga sekolah. Sekolah juga membangun kerja sama dengan lembaga PAUD yang berada di lingkungan SD Negeri Kalanganyar agar budaya literasi dapat dikenalkan sejak usia lebih dini. Kolaborasi tersebut diarahkan agar kegiatan membaca tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama di lingkungan pendidikan. Dukungan guru dan orang tua menjadi bagian penting untuk menjaga konsistensi siswa dalam membangun kebiasaan membaca.
Pedoman teknis PAHAFSI juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang kaya bacaan dan menyenangkan bagi anak. Sekolah mendorong penyediaan berbagai jenis bacaan, pemberian contoh nyata dari orang dewasa, kegiatan membaca rutin, serta pemberian apresiasi terhadap usaha siswa. Anak juga diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai isi bacaan agar kegiatan membaca tidak berhenti pada aktivitas melihat teks. Cara tersebut membantu melatih kemampuan memahami informasi, menyampaikan pendapat, dan mengembangkan rasa percaya diri.
Program PAHAFSI dilaksanakan mulai 22 Juli hingga 30 November 2024 atau sekitar lima bulan. Selama periode tersebut, sekolah mengupayakan kegiatan berlangsung secara teratur agar siswa memiliki cukup waktu untuk membangun kebiasaan literasi. Pelaksanaan juga diarahkan untuk mendukung kemampuan membaca, memahami teks tertulis, mengekspresikan ide, serta menggunakan bahasa secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, PAHAFSI tidak hanya berfungsi sebagai media hafalan, tetapi juga sebagai sarana penguatan literasi dan karakter siswa.
Kegiatan ini sejalan dengan visi SD Negeri Kalanganyar untuk membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter, inovatif, dan berprestasi dalam ilmu pengetahuan serta keimanan. Melalui pembiasaan membaca, siswa diharapkan memiliki kemandirian, kemampuan bernalar kritis, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Program juga mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila serta pengembangan minat dan bakat peserta didik. Sekolah berupaya menjadikan literasi sebagai fondasi dalam proses belajar sekaligus bekal menghadapi perkembangan teknologi dan informasi.
Melalui PAHAFSI, SD Negeri Kalanganyar berupaya menghadirkan solusi sederhana terhadap menurunnya minat baca siswa di tengah penggunaan teknologi yang semakin luas. Papan hafalan yang mudah dijangkau, tema yang berganti setiap minggu, serta jadwal membaca yang rutin menjadikan kegiatan literasi lebih dekat dengan kehidupan siswa. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran membaca, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan memahami informasi. Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, PAHAFSI diarahkan menjadi budaya literasi sekolah yang dapat memberi dampak positif bagi siswa, keluarga, dan masyarakat sekitar.
TAGS:
#inovasi daerah