inovasi daerah
SIPADAM, Edukasi dan Simulasi Kebakaran untuk Bangun Kesiapsiagaan Warga Lamongan
Oleh Administrator
•
14 August 2026
SIPADAM, Edukasi dan Simulasi Kebakaran untuk Bangun Kesiapsiagaan Warga Lamongan (Foto: Petugas Damkar Lamongan memberikan edukasi dan praktik penanggulangan bahaya kebakaran kepada anak-anak melalui simulasi pemadaman secara langsung. Foto: Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lamongan.)
Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Satuan Polisi Pamong Praja Bidang Pemadam Kebakaran mengembangkan SIPADAM atau Edukasi dan Simulasi Pemadam Keba...
Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Satuan Polisi Pamong Praja Bidang Pemadam Kebakaran mengembangkan SIPADAM atau Edukasi dan Simulasi Pemadam Kebakaran sebagai upaya memperkuat pencegahan kebakaran berbasis masyarakat. Program ini tidak hanya menempatkan pemadaman sebagai respons setelah kejadian, tetapi juga mendorong masyarakat memahami risiko dan cara bertindak sejak sebelum keadaan darurat terjadi. Sasaran kegiatan mencakup anak usia dini, remaja, tenaga pendidik, hingga masyarakat umum agar pengetahuan keselamatan dapat terbentuk sejak dini. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, SIPADAM diarahkan untuk membangun masyarakat yang lebih sadar, sigap, dan mampu melakukan tindakan awal secara tepat.
Pelayanan pemadaman, penyelamatan, dan evakuasi korban kebakaran menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Lamongan. Dalam pedoman teknis SIPADAM, waktu tanggap atau response time ditetapkan selama 15 menit sejak informasi atau laporan diterima hingga petugas tiba di lokasi dan siap memberikan layanan. Kecepatan respons tersebut menjadi penting karena keterlambatan penanganan dapat memperbesar kerugian material maupun risiko terhadap keselamatan manusia. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat pada tahap awal dinilai menjadi bagian penting untuk mendukung efektivitas layanan pemadam kebakaran.
SIPADAM mengajarkan dua pendekatan penanggulangan kebakaran, yakni metode tradisional dan metode modern. Pada simulasi tradisional, peserta diperkenalkan pada penggunaan alat sederhana seperti karung basah, pasir, atau tanah untuk memadamkan api skala kecil. Sementara itu, simulasi modern memberikan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan atau APAR dengan teknik yang benar dan aman. Setiap peserta didorong untuk mencoba langsung agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis saat menghadapi situasi darurat.
Program ini juga dikembangkan melalui kegiatan sosialisasi ke sekolah dan komunitas masyarakat dengan materi yang disesuaikan dengan usia peserta. Materi mencakup penyebab kebakaran, langkah pencegahan, tindakan awal saat terjadi kebakaran, serta cara menggunakan peralatan pemadam. Video edukasi dan simulasi turut dibuat untuk memperluas jangkauan informasi melalui media sosial dan kegiatan pembelajaran. Selain itu, workshop bagi guru dan tenaga pendidik menjadi bagian dari strategi agar pesan keselamatan kebakaran dapat diteruskan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Untuk mendukung jangkauan pelayanan, Kabupaten Lamongan memiliki empat pos pemadam kebakaran yang berada di Lamongan, Babat, Paciran, dan Ngimbang. Masing-masing pos membawahi beberapa wilayah kecamatan sehingga penanganan dapat dilakukan dari titik pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Pos Lamongan melayani wilayah seperti Lamongan, Deket, Glagah, Karangbinangun, Turi, Tikung, dan Sarirejo, sementara pos lainnya melayani wilayah Babat, Paciran, hingga Ngimbang dan kecamatan sekitarnya. Pembagian wilayah ini menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan agar pelayanan pemadaman dan penyelamatan dapat menjangkau seluruh Kabupaten Lamongan.
Pelaksanaan SIPADAM tidak berhenti pada satu kali sosialisasi, tetapi diperkuat dengan monitoring dan evaluasi berkala. Umpan balik peserta dan hasil pengamatan langsung digunakan untuk melihat sejauh mana pengetahuan dan keterampilan masyarakat meningkat setelah mengikuti edukasi dan simulasi. Hasil evaluasi kemudian menjadi bahan untuk memperbaiki materi, metode pelatihan, serta pola penyampaian agar lebih mudah dipahami. Dengan mekanisme tersebut, SIPADAM diarahkan menjadi program yang terus berkembang dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan edukasi serupa juga terus dilakukan oleh Damkar Lamongan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pada Januari 2024, petugas Damkar Lamongan memberikan sosialisasi teknik penanggulangan bahaya kebakaran kepada siswa Taman Kanak-Kanak Muslimat Nurus Sibyan Banjarmadu di Kantor Satpol PP Lamongan. Anak-anak mendapat kesempatan mengenal langsung cara penanganan kebakaran melalui simulasi yang didampingi petugas. Kegiatan ini sejalan dengan semangat SIPADAM yang menempatkan edukasi sejak usia dini sebagai salah satu fondasi membangun budaya keselamatan.
Pedoman teknis mencatat bahwa mekanisme pelayanan inovasi dapat menghasilkan proses dalam waktu satu hari, sedangkan proses penciptaannya dikembangkan selama sekitar satu hingga tiga bulan. Tahapan pengembangan meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan, uji coba, peluncuran, monitoring, dan evaluasi untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan. Dengan kombinasi edukasi, simulasi tradisional dan modern, workshop, video pembelajaran, serta dukungan jaringan pos pemadam, SIPADAM menghadirkan pendekatan pencegahan kebakaran yang lebih menyeluruh. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus membantu menekan risiko dan dampak kebakaran di Kabupaten Lamongan.
Sumber bahan: SIPADAM (Edukasi, Simulasi Pemadam Kebakaran), Kabupaten Lamongan, 2023; serta laman resmi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lamongan.
TAGS:
#inovasi daerah