POPULIS WARTA

Suara Masyarakat, Inspirasi Perubahan

Edisi Digital Regional
inovasi daerah

SIBER Bawa Imunisasi ke Rumah, Bayi dan Balita yang Terlewat Dicari Petugas

Oleh Administrator • 20 August 2026
SIBER Bawa Imunisasi ke Rumah, Bayi dan Balita yang Terlewat Dicari Petugas

SIBER Bawa Imunisasi ke Rumah, Bayi dan Balita yang Terlewat Dicari Petugas (Foto: Petugas kesehatan memberikan imunisasi kepada anak dalam pelayanan vaksinasi di Jakarta, 27 Agustus 2020. Foto digunakan sebagai pendukung konteks pelayanan imunisasi dan bukan dokumentasi SIBER Puskesmas Serui Kota. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.)

Puskesmas Serui Kota menjalankan SIBER atau Imunisasi Berjalan untuk meningkatkan cakupan imunisasi bayi dan balita melalui pendekatan jemput bola. Petugas mendata anak yang status imunisasinya belum lengkap, lalu melakukan kunjungan rumah dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan. Jadwal serta edukasi imunisasi juga disebarkan melalui WhatsApp, Facebook, dan Instagram Puskesmas.

SERUI — Imunisasi menjadi salah satu cara utama melindungi bayi dan balita dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Namun, jadwal yang terlewat, kekhawatiran efek samping, informasi keliru, serta rendahnya pemahaman keluarga masih dapat membuat anak tidak memperoleh imunisasi lengkap. Puskesmas Serui Kota mengembangkan SIBER agar pelayanan tidak hanya menunggu orang tua membawa anak ke fasilitas kesehatan. Petugas mendatangi rumah bayi dan balita yang belum lengkap status imunisasinya berdasarkan pendataan wilayah.

Proposal SIBER menempatkan orang tua sebagai sasaran penting edukasi karena keputusan imunisasi anak berada di lingkungan keluarga. Informasi mengenai manfaat vaksin, jadwal pelayanan, dan keamanan imunisasi perlu disampaikan secara konsisten agar keraguan dapat berkurang. Program juga merespons munculnya hoaks dan anggapan negatif mengenai vaksin yang dapat memengaruhi keputusan keluarga. Edukasi karena itu dilakukan bersamaan dengan pelayanan langsung.

“Anak yang terlewat jadwal tidak boleh berhenti menjadi angka; petugas harus mengetahui siapa mereka dan memastikan kesempatan imunisasi tetap tersedia.”

Jemput Bola untuk Anak yang Belum Lengkap

Petugas terlebih dahulu mendata dan memetakan status imunisasi bayi dan balita di setiap wilayah kerja. Data tersebut digunakan untuk menentukan anak yang perlu diprioritaskan dalam kunjungan. Pelayanan kemudian dilakukan dari rumah ke rumah bagi bayi atau balita yang belum lengkap imunisasinya. Cara ini membantu menjangkau keluarga yang tidak hadir pada jadwal Puskesmas, Pustu, atau Posyandu.

SIBER juga memanfaatkan kanal digital untuk memperluas penyampaian informasi. Jadwal imunisasi dan materi edukasi dibagikan melalui WhatsApp, Facebook, dan Instagram Puskesmas sehingga keluarga dapat memperoleh informasi tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. Media sosial juga digunakan untuk meluruskan hoaks dan menjawab kekhawatiran yang berkembang di masyarakat. Komunikasi digital melengkapi penyuluhan tatap muka yang tetap dilakukan di Puskesmas, Pustu, Posyandu, dan saat kunjungan rumah.

Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dari pelaksanaan program. Kader Posyandu, kepala kampung atau lurah, serta tokoh masyarakat dan agama dilibatkan untuk menyampaikan informasi dan memperkuat dukungan sosial terhadap imunisasi. Dukungan dari tokoh yang dipercaya masyarakat dapat membantu menjawab keraguan yang tidak selalu dapat diselesaikan melalui penjelasan medis semata. Pendekatan ini membuat imunisasi menjadi agenda bersama, bukan hanya tugas petugas kesehatan.

Hasil kegiatan SIBER disinkronkan dengan program SIRUP atau Sertifikat Imunisasi Dasar Lengkap. Integrasi tersebut membantu pencatatan capaian setiap anak sehingga status imunisasi dapat dipantau secara lebih konsisten. Monitoring dilakukan secara berkala untuk mengetahui cakupan pelayanan dan kelompok yang masih tertinggal. Data menjadi dasar untuk menentukan strategi kunjungan dan edukasi berikutnya.

Imunisasi Lengkap, Perlindungan Lebih Kuat

Tujuan utama SIBER adalah meningkatkan jumlah bayi dan balita yang memperoleh imunisasi dasar dan lengkap. Dengan status imunisasi yang lebih baik, risiko penyakit seperti tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, polio, dan campak dapat ditekan sesuai jenis vaksin yang diberikan. Perlindungan ini penting karena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tetap dapat menimbulkan kesakitan, kecacatan, bahkan kematian. Program memastikan anak yang terlewat jadwal tetap memiliki kesempatan memperoleh pelayanan.

Kunjungan rumah juga memberi manfaat berupa konsultasi langsung antara petugas dan keluarga. Orang tua dapat menyampaikan kekhawatiran mengenai efek samping, jadwal, atau kondisi kesehatan anak sebelum imunisasi diberikan. Petugas kemudian menjelaskan informasi yang sesuai dan memberi arahan apabila anak membutuhkan penilaian lebih lanjut. Interaksi ini membantu meningkatkan kepercayaan keluarga terhadap pelayanan imunisasi.

Selain akses, SIBER menargetkan perubahan pengetahuan masyarakat. Informasi yang benar diharapkan membuat keluarga tidak mudah terpengaruh isu negatif atau hoaks tentang vaksin. Ketika orang tua memahami manfaat, jadwal, dan risiko penyakit yang dapat dicegah, keputusan untuk melengkapi imunisasi menjadi lebih kuat. Edukasi berulang melalui berbagai kanal membantu membangun pemahaman yang lebih merata.

Keberlanjutan SIBER bergantung pada ketepatan pendataan, ketersediaan vaksin, koordinasi lintas sektor, serta disiplin monitoring. Petugas perlu memastikan setiap kunjungan tercatat agar tidak terjadi pengulangan atau anak kembali terlewat. Evaluasi rutin juga penting untuk mengetahui wilayah dengan cakupan rendah dan faktor yang menyebabkan keluarga menolak atau menunda imunisasi. Dengan pendekatan jemput bola dan edukasi yang konsisten, Puskesmas Serui Kota dapat memperluas perlindungan imunisasi hingga ke anak yang sebelumnya sulit dijangkau.

Informasi Sumber & Rilis Berita

Media Asal: Proposal Inovasi SIBER (Imunisasi Berjalan), Puskesmas Serui Kota.

Atribusi: Proposal Inovasi SIBER (Imunisasi Berjalan), Puskesmas Serui Kota.

TAGS: #SIBER #Imunisasi #Edukasi #Puskesmas