POPULIS WARTA

Suara Masyarakat, Inspirasi Perubahan

Edisi Digital Regional
inovasi daerah

SEGO BANDENG Lamongan, Perkuat Sentra Benih Bandeng dari Desa Wangen

Oleh Administrator 14 August 2026
SEGO BANDENG Lamongan, Perkuat Sentra Benih Bandeng dari Desa Wangen

SEGO BANDENG Lamongan, Perkuat Sentra Benih Bandeng dari Desa Wangen (Foto: Kegiatan pengembangan SEGO BANDENG Lamongan di Desa Wangen, Kecamatan Glagah, sebagai sentra penggelondongan benih bandeng Kabupaten Lamongan. Foto: Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan.)

Kabupaten Lamongan memiliki potensi besar pada sektor perikanan budidaya dengan komoditas unggulan seperti bandeng, udang vannamei, nila, dan kerapu....

Kabupaten Lamongan memiliki potensi besar pada sektor perikanan budidaya dengan komoditas unggulan seperti bandeng, udang vannamei, nila, dan kerapu. Pada 2021, luas sawah tambak mencapai 19.503,54 hektare dan menjadi penyumbang produksi budidaya terbesar, yakni 55.284,2 ton. Ikan bandeng menempati posisi teratas dengan produksi 22.333,5 ton pada tahun yang sama. Potensi tersebut mendorong penguatan ketersediaan benih agar kegiatan budidaya dapat berlangsung lebih stabil dan berkelanjutan. Kebutuhan benih bandeng di Kabupaten Lamongan pada 2021 mencapai sekitar 192,03 juta ekor. Benih yang digunakan pembudidaya terdiri atas nener berukuran sekitar 1,4 hingga 1,7 sentimeter dan gelondongan yang telah dibesarkan selama 30 hingga 75 hari. Desa Wangen, Kecamatan Glagah, menjadi salah satu lokasi penggelondongan terbesar karena memiliki ketersediaan sumber air yang memungkinkan kegiatan berlangsung sepanjang tahun. Dari potensi inilah Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan mengembangkan SEGO BANDENG atau Sentra Penggelondongan Bandeng Lamongan. Sentra di Desa Wangen melibatkan 40 orang penggelondong yang mengelola lahan sekitar 16,8 hektare. Pada 2021, produksi gelondongan bandeng di kawasan tersebut mencapai 11,21 juta ekor atau sekitar 5,8 persen dari kebutuhan benih bandeng Kabupaten Lamongan. Nilai produksi penggelondongan itu tercatat sekitar Rp1,78 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa usaha penggelondongan tidak hanya mendukung rantai pasok budidaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang penting bagi masyarakat setempat. SEGO BANDENG dikembangkan melalui penetapan sentra, pendampingan teknis, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta dukungan sarana dan prasarana. Para penggelondong diarahkan menghasilkan benih dengan standar kualitas yang lebih seragam dan tersedia sepanjang tahun. Penguatan kelembagaan juga didorong melalui pembentukan koperasi atau asosiasi agar kerja sama antar pelaku usaha semakin kuat. Dengan posisi tawar yang lebih baik, kelompok penggelondong diharapkan mampu menjaga pasokan sekaligus meningkatkan daya saing produk. Strategi pengembangan tidak berhenti pada produksi, tetapi juga mencakup branding dan perluasan pemasaran. Nama SEGO BANDENG Lamongan diperkenalkan melalui media sosial, website, pameran produk, dan jejaring kerja sama dengan berbagai pihak. Diversifikasi ukuran gelondongan dilakukan untuk memperluas segmentasi pasar, sementara pengembangan produk turunan seperti bandeng presto dan bandeng asap menjadi peluang peningkatan nilai tambah. Pendekatan tersebut diharapkan membuat produk berbasis bandeng dari Lamongan semakin dikenal di pasar regional maupun nasional. Data resmi Dinas Perikanan menunjukkan produksi bandeng Lamongan pada 2022 mencapai 22.007,1 ton dengan kebutuhan benih sekitar 189,08 juta ekor. Benih ukuran gelondongan lebih diminati karena tingkat kelangsungan hidup pada masa pembesaran diperkirakan sekitar 80 hingga 90 persen. Sementara itu, penggunaan benih ukuran nener memiliki tingkat kelangsungan hidup kurang dari 50 persen. Kondisi ini memperlihatkan besarnya peluang pengembangan sentra gelondongan sebagai penopang produktivitas budidaya bandeng. Pemasaran gelondongan dari Desa Wangen telah menjangkau tidak hanya wilayah Lamongan, tetapi juga sejumlah daerah lain seperti Tuban, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Semarang, dan Lampung. Jangkauan tersebut menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan memiliki pasar yang cukup luas dan berpotensi terus berkembang. Pendampingan usaha, penerapan teknologi pemantauan kualitas air, serta perbaikan manajemen produksi menjadi bagian penting untuk menjaga mutu produk. Dengan kualitas yang konsisten, SEGO BANDENG diharapkan semakin memperkuat posisi Lamongan sebagai daerah penghasil bandeng dan benih bandeng. Pedoman teknis mencatat mekanisme pelayanan inovasi dapat menghasilkan proses dalam waktu satu hari, sedangkan penciptaan inovasi dikembangkan melalui tahapan sekitar satu hingga tiga bulan. Tahapan tersebut mencakup identifikasi kebutuhan, perancangan, uji coba, peluncuran, monitoring, dan evaluasi agar program terus menyesuaikan perkembangan usaha. Inovasi SEGO BANDENG juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan mewujudkan kemandirian ekonomi melalui optimalisasi potensi unggulan daerah. Melalui sentra yang terorganisir, penguatan kapasitas, branding, dan perluasan pasar, Desa Wangen diarahkan menjadi pusat penggelondongan bandeng yang tangguh dan berdaya saing. Sumber bahan: SEGO BANDENG (Sentra Penggelondongan Bandeng), Kabupaten Lamongan, 2023; serta laman resmi Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan.
TAGS: #inovasi daerah