POPULIS WARTA

Suara Masyarakat, Inspirasi Perubahan

Edisi Digital Regional
inovasi daerah

RESA BERSAMA DASHAT Libatkan Remaja dan Ibu Desa untuk Perkuat Pencegahan Stunting di Lamongan

Oleh Administrator 14 August 2026
RESA BERSAMA DASHAT Libatkan Remaja dan Ibu Desa untuk Perkuat Pencegahan Stunting di Lamongan

RESA BERSAMA DASHAT Libatkan Remaja dan Ibu Desa untuk Perkuat Pencegahan Stunting di Lamongan (Foto: Dokumentasi asli kegiatan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam penguatan penanganan dan pencegahan stunting. Foto digunakan sebagai gambar pendukung yang relevan dengan pelaksanaan RESA BERSAMA DASHAT. Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan.)

RESA BERSAMA DASHAT mendorong percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lamongan melalui kolaborasi berbasis desa. Pemanfaatan pangan lokal, Dapur Sehat, edukasi keluarga, keterlibatan PIK-R, serta pemantauan status gizi menjadi rangkaian intervensi untuk meningkatkan pemenuhan gizi dan kesadaran masyarakat dalam mencegah stunting.

Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui inovasi RESA BERSAMA DASHAT (Remaja Desa Bersama Dapur Sehat Atasi Stunting) mendorong keterlibatan masyarakat desa dalam mempercepat penanganan stunting. Program ini memadukan peran remaja desa yang tergabung dalam PIK-R dengan kader TPK dan ibu-ibu desa untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga berisiko stunting. Pendekatan tersebut menempatkan sumber daya lokal sebagai bagian penting dalam penyediaan makanan bergizi bagi kelompok sasaran. Melalui kolaborasi ini, upaya pencegahan stunting tidak hanya bertumpu pada layanan kesehatan, tetapi juga diperkuat melalui gotong royong masyarakat. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yang dapat dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi, infeksi berulang, serta pola asuh yang tidak memadai. Kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan kognitif dan motorik, pertumbuhan fisik, serta proses metabolisme anak. Karena itu, penurunan stunting membutuhkan intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung. RESA BERSAMA DASHAT dikembangkan sebagai salah satu pendekatan berbasis komunitas untuk mendukung kebutuhan tersebut. Dalam pelaksanaannya, ibu-ibu desa berperan mengelola Dapur Sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi makanan siap konsumsi yang bergizi. Makanan tersebut ditujukan kepada keluarga berisiko stunting, khususnya ibu hamil, ibu pasca-salin, baduta, dan balita. Pemanfaatan bahan pangan lokal membuat program lebih dekat dengan potensi yang tersedia di masing-masing desa dan mendorong masyarakat untuk mengembangkan pola konsumsi gizi seimbang. Pendekatan ini sekaligus memperkuat kemampuan keluarga dalam memahami pemenuhan gizi melalui sumber pangan yang ada di lingkungan sekitar. Remaja desa yang tergabung dalam PIK-R memiliki peran penting dalam mendistribusikan makanan hasil olahan Dapur Sehat kepada keluarga sasaran. Distribusi makanan tidak dilakukan sebagai kegiatan pemberian pangan semata, tetapi disertai Konseling, Informasi, dan Edukasi atau KIE mengenai pola makan sehat dan pentingnya gizi seimbang. Keterlibatan remaja diharapkan menumbuhkan kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial terhadap persoalan kesehatan di lingkungan mereka sendiri. Dengan demikian, RESA BERSAMA DASHAT juga menjadi ruang pemberdayaan generasi muda agar lebih aktif dalam kegiatan pembangunan desa. Pelaksanaan program diawali melalui sosialisasi mengenai pencegahan stunting dan pemanfaatan sumber daya lokal, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan bagi ibu-ibu desa dalam mengolah makanan bergizi. Setelah Dapur Sehat berjalan, makanan didistribusikan secara berkala oleh remaja desa kepada keluarga berisiko stunting. Pemantauan dilakukan terhadap status gizi dan perkembangan anak, ibu hamil, serta ibu pasca-salin yang menerima intervensi. Hasil kegiatan kemudian didokumentasikan dan dilaporkan secara berkala sebagai bahan evaluasi dan perbaikan program. Manfaat yang diharapkan dari RESA BERSAMA DASHAT mencakup pencegahan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, berkurangnya anak yang berada di bawah garis merah pada grafik pertumbuhan Kartu Menuju Sehat, serta meningkatnya status gizi anak dan keluarga berisiko stunting. Program ini juga membantu keluarga yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang setiap hari. Kolaborasi antara ibu-ibu desa dan remaja membuat intervensi gizi sekaligus menjadi kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pola tersebut memperkuat rasa memiliki terhadap program karena masyarakat terlibat langsung dari proses pengolahan hingga pendistribusian makanan. Melalui RESA BERSAMA DASHAT, Kabupaten Lamongan berupaya menjadikan penanganan stunting sebagai gerakan bersama yang dimulai dari tingkat desa. Pemanfaatan pangan lokal, Dapur Sehat, keterlibatan PIK-R, pemberian KIE, serta monitoring status gizi membentuk satu rangkaian intervensi yang saling mendukung. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pemenuhan gizi keluarga berisiko sekaligus memperkuat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, RESA BERSAMA DASHAT diarahkan menjadi kegiatan khas daerah yang mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lamongan.
TAGS: #inovasi daerah