inovasi daerah
Puskesmas Bluluk Hadirkan TAREK MAS E MEGILAN untuk Perkuat Penanganan Stunting Terpadu BERITA RISDA KABUPATEN LAMONGAN
Oleh Administrator
•
14 August 2026
Puskesmas Bluluk Hadirkan TAREK MAS E MEGILAN untuk Perkuat Penanganan Stunting Terpadu BERITA RISDA KABUPATEN LAMONGAN (Foto: Dokumentasi asli kegiatan edukasi MTBS, kesehatan lingkungan, dan skrining anemia pada balita stunting di Puskesmas Bluluk. Sumber: Puskesmas Bluluk Kabupaten Lamongan.)
Lamongan – Puskesmas Bluluk Kabupaten Lamongan menghadirkan inovasi TAREK MAS E MEGILAN sebagai upaya terpadu untuk mengatasi stunting pada balita. In...
Lamongan – Puskesmas Bluluk Kabupaten Lamongan menghadirkan inovasi TAREK MAS E MEGILAN sebagai upaya terpadu untuk mengatasi stunting pada balita. Inovasi ini merupakan kependekan dari Terpadu Atasi Stunting Melalui Manajemen Gizi, Pemantauan Pertumbuhan, MTBS, Pemeriksaan Gigi dan Kesehatan Lingkungan. Program tersebut dikembangkan setelah jumlah balita stunting di wilayah Puskesmas Bluluk tercatat sebanyak 78 balita pada Februari 2022 dan meningkat menjadi 93 balita pada Agustus 2022. Kenaikan tersebut menunjukkan perlunya intervensi yang lebih menyeluruh dan terkoordinasi agar penanganan stunting tidak berjalan secara parsial.
TAREK MAS E MEGILAN lahir dari sejumlah persoalan yang ditemukan dalam penanganan balita stunting. Pengetahuan ibu mengenai pola asuh, pola makan, dan kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan, sementara pemberian makanan tambahan pemulihan belum sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan spesifik balita stunting. Di sisi lain, koordinasi lintas sektor dinilai belum optimal sehingga intervensi yang dilakukan belum berjalan secara terpadu. Kondisi tersebut mendorong Puskesmas Bluluk menyusun layanan yang memadukan intervensi gizi, pemeriksaan kesehatan, pemantauan pertumbuhan, pemeriksaan gigi, serta penilaian kesehatan lingkungan.
Pelaksanaan inovasi dimulai dengan penyuluhan mengenai Pemberian Makan Bayi dan Anak serta kegiatan cooking class untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pola makan yang sesuai. Balita stunting juga mendapatkan makanan tambahan pemulihan yang lebih menekankan pemenuhan protein sesuai kebutuhan pertumbuhan. Pemantauan dilakukan terhadap berat badan, tinggi badan, jumlah asupan, perkembangan, serta status imunisasi agar kondisi setiap balita dapat diketahui secara lebih spesifik. Hasil pemeriksaan tersebut digunakan sebagai dasar untuk menyusun intervensi yang sesuai dengan penyebab stunting pada masing-masing balita.
Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu komponen penting dalam TAREK MAS E MEGILAN. Dokter melakukan skrining anemia, tuberkulosis, serta penyakit penyerta lain yang berpotensi memengaruhi status gizi balita. Pemeriksaan gigi juga dilakukan untuk mengetahui kondisi struktur gigi, keadaan oromotor, proses tumbuh gigi, serta kemungkinan gangguan mengunyah yang dapat memengaruhi asupan makanan. Dengan pemeriksaan yang lebih menyeluruh, faktor kesehatan yang berkontribusi terhadap stunting dapat dikenali lebih dini dan ditangani sesuai kebutuhan.
Program ini juga memasukkan Manajemen Terpadu Balita Sakit atau MTBS sebagai bagian dari pelayanan. Melalui pendekatan tersebut, keluarga didorong untuk lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan kesehatan pada balita sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Edukasi mengenai imunisasi, pola asuh, dan kebersihan lingkungan diberikan untuk memperkuat pencegahan sekaligus menjaga kesehatan anak secara berkelanjutan. Tim juga melakukan kunjungan rumah guna mengetahui kondisi lingkungan tempat tinggal balita dan mengidentifikasi faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan serta pertumbuhan anak.
TAREK MAS E MEGILAN tidak hanya melaksanakan intervensi spesifik di bidang kesehatan, tetapi juga memperkuat intervensi sensitif melalui kerja sama lintas sektor. Puskesmas Bluluk membangun koordinasi dengan kecamatan dan pemerintah desa, termasuk advokasi pemberian makanan tambahan serta kerja sama dengan Himpunan Guru PAUD untuk deteksi dini gangguan pertumbuhan balita. Kolaborasi ini diarahkan agar penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan, tetapi menjadi gerakan bersama di tingkat masyarakat. Dengan dukungan lintas sektor, kebutuhan balita dapat ditangani secara lebih menyeluruh mulai dari aspek kesehatan, pengasuhan, hingga lingkungan.
Melalui TAREK MAS E MEGILAN, Puskesmas Bluluk berupaya memastikan setiap balita stunting memperoleh pemeriksaan dan intervensi yang sesuai dengan faktor penyebabnya. Pendekatan terpadu tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan orang tua, memperbaiki pola pemberian makanan, memperkuat pemantauan pertumbuhan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi dan kebersihan lingkungan. Program juga diharapkan dapat mendorong peningkatan berat badan dan tinggi badan pada balita yang mendapatkan intervensi. Dengan pelaksanaan yang konsisten dan kolaborasi yang kuat, inovasi ini menjadi bagian dari upaya Kabupaten Lamongan untuk mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas hidup balita.
TAGS:
#inovasi daerah