NURANI DESA, Layanan Terpadu Cegah Anak Putus Sekolah di Kabupaten Lamongan
NURANI DESA, Layanan Terpadu Cegah Anak Putus Sekolah di Kabupaten Lamongan (Foto: Petugas Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan mendampingi anak berisiko putus sekolah dalam program NURANI DESA, layanan pendidikan berbasis hati untuk kesetaraan desa. Foto: Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.)
Anak putus sekolah menjadi persoalan yang membutuhkan pendekatan lintas sektor, mulai dari pendidikan, sosial, hingga ekonomi keluarga. Faktor penye...
Anak putus sekolah menjadi persoalan yang membutuhkan pendekatan lintas sektor, mulai dari pendidikan, sosial, hingga ekonomi keluarga. Faktor penyebabnya sering kali kompleks dan tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu program. Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menghadirkan NURANI DESA, singkatan dari Layanan Terpadu Berbasis Hati untuk Pengentasan Putus Sekolah dan Kesetaraan Desa.
NURANI DESA menghadirkan
pendampingan individual bagi anak berisiko putus sekolah dan mereka yang telah
keluar dari pendidikan formal. Pendampingan mencakup identifikasi masalah,
koordinasi dengan keluarga, penyediaan alternatif pendidikan kesetaraan, hingga
rujukan bantuan sosial bila diperlukan.
Program ini dilaksanakan
berkolaborasi dengan pemerintah desa, sekolah, tokoh masyarakat, dan Dinas
Sosial. Pemetaan anak putus sekolah dilakukan secara berjenjang, mulai dari
data RT, sekolah, hingga desa, sehingga tidak ada anak yang terlewatkan.
Anak yang tidak dapat kembali ke
sekolah formal difasilitasi mengikuti program Paket A, B, atau C melalui Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat. Bagi anak yang menghadapi kendala ekonomi, program
juga menghubungkan keluarga dengan pihak yang dapat memberikan dukungan.
NURANI DESA mendorong
terbentuknya kelompok kerja lintas sektor di tingkat desa yang menangani isu
putus sekolah. Kelompok tersebut memantau perkembangan setiap anak yang
didampingi, mengoordinasikan dukungan yang dibutuhkan, dan melaporkan hasilnya
secara berkala.
Dinas Pendidikan Kabupaten
Lamongan menjadikan data hasil pendampingan sebagai bahan evaluasi kebijakan
pendidikan. Data tersebut membantu memetakan wilayah dengan risiko putus
sekolah tinggi dan menyusun intervensi jangka panjang yang lebih terarah.
NURANI DESA menegaskan bahwa
pendidikan bukan sekadar urusan sekolah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh
pihak. Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan bersama pemerintah desa dan
komunitas berupaya menjaga tidak ada anak yang tertinggal. Semangat tersebut
menjadi wujud nyata bahwa pemerintah hadir dengan hati bagi anak-anak yang
membutuhkan pendampingan menuju bangku pendidikan.
Melalui NURANI DESA, Dinas
Pendidikan Kabupaten Lamongan berupaya memastikan setiap anak memperoleh akses
pendidikan tanpa memandang latar belakang. Inovasi ini menegaskan bahwa
pengentasan putus sekolah membutuhkan hati dan kolaborasi seluruh pihak yang
menyayangi masa depan anak.