POPULIS WARTA

Suara Masyarakat, Inspirasi Perubahan

Edisi Digital Regional
sosial

KLISE TB Buka Konsultasi Sanitasi Daring bagi Pasien Tuberkulosis

Oleh Administrator 14 August 2026
KLISE TB Buka Konsultasi Sanitasi Daring bagi Pasien Tuberkulosis

KLISE TB Buka Konsultasi Sanitasi Daring bagi Pasien Tuberkulosis (Foto: Dokumentasi Internal)

Puskesmas Lesung Batu mengembangkan KLISE TB untuk memperkuat edukasi dan pemantauan pasien tuberkulosis. Konsultasi sanitasi dilakukan melalui WhatsApp agar komunikasi dapat berlangsung tanpa menambah pertemuan langsung yang tidak diperlukan. Pasien dapat menyampaikan kondisi rumah, lingkungan, dan perkembangan kesehatannya kepada petugas. Pendekatan ini diarahkan untuk mendukung perubahan perilaku sekaligus memutus rantai penularan TBC.

EMPAT LAWANG — UPTD Puskesmas Lesung Batu menghadirkan KLISE TB atau Klinik Sanitasi Online bagi pasien tuberkulosis sebagai inovasi pelayanan kesehatan. Program ini menghubungkan pasien dengan petugas sanitasi lingkungan melalui konsultasi berbasis WhatsApp. Komunikasi daring digunakan untuk memberikan edukasi, memantau perubahan perilaku, dan menilai faktor lingkungan yang berkaitan dengan penularan. Inovasi tersebut ditujukan untuk membantu menekan penyebaran TBC di wilayah kerja puskesmas.

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang menular melalui udara dan paling sering menyerang paru-paru. Pedoman teknis KLISE TB mencatat jumlah kasus nasional meningkat dari 724.000 kasus pada 2022 menjadi 809.000 kasus pada 2023. Di wilayah kerja Puskesmas Lesung Batu, dokumen tersebut mencatat 47 pasien TBC pada 2024. Angka itu menjadi salah satu dasar pengembangan pelayanan yang lebih aktif dan berkelanjutan.

Penanganan TBC tidak hanya bergantung pada pemberian obat, tetapi juga membutuhkan pemahaman pasien mengenai lingkungan dan perilaku sehari-hari. Keterbatasan konsultasi dapat membuat pesan pencegahan tidak tersampaikan secara lengkap atau tidak dipantau penerapannya. Pertemuan yang terlalu sering di fasilitas kesehatan juga perlu dikelola dengan hati-hati untuk mengurangi risiko penularan kepada petugas maupun pengunjung lain. KLISE TB dirancang untuk menjaga komunikasi tetap berjalan dengan memperhatikan privasi dan keselamatan semua pihak.

“Konsultasi tidak berhenti di ruang pelayanan, tetapi dilanjutkan hingga pasien mampu menerapkan perilaku pencegahan di rumah.”

Konsultasi Berlanjut melalui WhatsApp

Nomor WhatsApp pasien atau anggota keluarganya didata sejak awal pelaksanaan program. Kontak tersebut menjadi jalur komunikasi antara pasien dan petugas sanitasi lingkungan selama masa pendampingan. Pasien dapat bertanya mengenai kondisi kesehatan, kebersihan lingkungan, dan langkah yang perlu dilakukan berdasarkan edukasi sebelumnya. Petugas kemudian memberikan arahan yang disesuaikan dengan informasi yang diterima.

KLISE TB memungkinkan pasien mengirimkan foto atau dokumentasi mengenai keadaan rumah dan lingkungan tempat tinggalnya. Informasi visual membantu petugas memahami persoalan yang tidak selalu terlihat ketika konsultasi hanya dilakukan secara lisan. Petugas juga dapat menilai perkembangan penerapan saran yang telah diberikan pada komunikasi sebelumnya. Dengan cara tersebut, pendampingan berlangsung lebih terarah tanpa mengharuskan pasien datang berulang kali.

Pendekatan satu per satu menjadi bagian penting dalam desain KLISE TB. Setiap pasien memperoleh ruang konsultasi yang lebih personal dan tidak tercampur dengan pengguna layanan lainnya. Kerahasiaan identitas serta kondisi kesehatan tetap menjadi perhatian dalam proses komunikasi. Model ini diharapkan membuat pasien lebih terbuka dalam menyampaikan kendala yang dihadapi selama pengobatan.

Fokus pada Lingkungan dan Perilaku

Petugas sanitasi memetakan faktor lingkungan, kebiasaan, dan kondisi sosial yang berkaitan dengan pasien. Data yang dihimpun meliputi identitas, riwayat kesehatan, lama mengalami TBC, serta riwayat kesehatan keluarga. Pola hidup pasien dan kemungkinan penyebab penularan juga menjadi bahan dalam penyusunan edukasi. Pemetaan tersebut membantu petugas memberikan pesan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.

Edukasi diarahkan agar pasien memahami perannya dalam mencegah penularan kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Perubahan perilaku dipantau secara berkala melalui komunikasi yang berlangsung selama program. Setiap perkembangan atau kendala dapat segera dibahas bersama petugas sebelum menjadi masalah yang lebih besar. Pendampingan berulang diharapkan memperkuat kepatuhan pasien terhadap langkah pencegahan yang telah disampaikan.

Hasil konsultasi tidak hanya tersimpan dalam percakapan WhatsApp. Petugas mencatat edukasi dan tindak lanjut pada rekam medis pasien sebagai bagian dari dokumentasi pelayanan. Catatan tersebut digunakan sebagai acuan ketika pasien menerima pendampingan berikutnya. Dokumentasi yang tertata juga memudahkan tim melakukan monitoring dan evaluasi program.

Kolaborasi Lintas Program

Pembentukan tim diawali dengan pemetaan masalah dan penerbitan surat tugas oleh Kepala Puskesmas Lesung Batu. Tim kemudian menyusun strategi, jadwal klinik, prosedur konsultasi, pencatatan, dan pelaporan. Standar operasional digunakan untuk memastikan setiap pasien memperoleh alur pendampingan yang seragam. Pelaporan berbasis bukti dilakukan secara berkala untuk melihat kesesuaian pelaksanaan dengan rencana.

Program ini juga berkaitan dengan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan puskesmas. Pasien TBC perlu memperoleh jalur pelayanan yang tidak meningkatkan risiko penularan kepada pasien lain maupun petugas. Konsultasi daring mengurangi kebutuhan pertemuan langsung untuk hal-hal yang dapat diselesaikan melalui edukasi jarak jauh. Namun, pemeriksaan medis tetap dilakukan sesuai kebutuhan dan ketentuan pelayanan kesehatan.

Dikembangkan dalam Enam Minggu

Tahap inisiasi KLISE TB dimulai pada minggu pertama Maret 2025 melalui analisis penyebab penyebaran TBC di wilayah kerja puskesmas. Tim mengidentifikasi faktor lingkungan, perilaku, dan keterbatasan pengetahuan pasien serta masyarakat. Pemetaan pasien dan konsultasi awal digunakan untuk menemukan persoalan yang memengaruhi proses pemulihan. Hasil identifikasi menjadi dasar penyusunan program edukasi yang lebih tepat sasaran.

Pada minggu kedua Maret 2025, tim mulai merancang mekanisme program bersama tenaga kesehatan terkait. Perancangan mencakup pemantauan perkembangan pasien, validasi materi edukasi, dokumentasi, dan tindak lanjut. Sosialisasi serta uji coba dilaksanakan pada minggu ketiga hingga minggu keempat Maret. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dan perangkat desa untuk memperkenalkan tujuan serta cara memanfaatkan layanan.

Implementasi awal dilakukan pada minggu pertama April 2025 kepada pasien yang telah teridentifikasi. Setiap sesi konsultasi disertai pemberian edukasi dan pencatatan perkembangan pasien. Pada minggu kedua April, tim melakukan evaluasi terhadap kepatuhan pasien dan efektivitas komunikasi daring. Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki dokumentasi, meningkatkan kemampuan petugas, dan memperluas koordinasi lintas program.

Mendukung Upaya Eliminasi TBC

KLISE TB disusun untuk mendukung upaya penurunan kasus tuberkulosis dan sasaran eliminasi TBC pada 2030. Program ini menempatkan pasien sebagai mitra aktif yang memperoleh informasi sekaligus menjalankan langkah pencegahan di lingkungan terdekat. Keluarga juga dapat terlibat dalam komunikasi ketika pasien membutuhkan bantuan untuk mengikuti arahan petugas. Keterlibatan tersebut penting karena pemutusan rantai penularan tidak dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan seorang diri.

Evaluasi direncanakan setiap bulan dengan melihat partisipasi pasien dan perubahan yang terjadi selama pendampingan. Tim menyusun laporan untuk memastikan konsultasi berjalan sesuai sasaran dan standar operasional. Temuan lapangan menjadi dasar perbaikan metode komunikasi, materi edukasi, serta mekanisme pencatatan. Dengan pengembangan berkelanjutan, KLISE TB diharapkan menjadi layanan yang efektif, aman, dan mudah diakses pasien.

Melalui KLISE TB, Puskesmas Lesung Batu membawa fungsi klinik sanitasi melampaui batas ruang pelayanan. Pasien tetap dapat memperoleh arahan tanpa harus selalu datang ke puskesmas untuk konsultasi yang dapat dilakukan secara daring. Petugas dapat memantau kondisi lingkungan dan perilaku pasien dengan komunikasi yang lebih teratur. Inovasi ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat digunakan untuk memperkuat pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.

Informasi Sumber & Rilis Berita

Media Asal: Pemerintah Kabupaten Empat Lawang

Atribusi: Puskesmas Lesung Batu

Tanggal Rilis: 22/05/2025

TAGS: #KLISE TB #Tuberkulosis #Sanitasi Daring #Kolaborasi Lintas Program