DENI CAH TEMEN, Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Puskesmas Laren
DENI CAH TEMEN, Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Puskesmas Laren (Foto: Petugas Puskesmas Laren melakukan skrining kesehatan dalam kegiatan DENI CAH TEMEN, program deteksi dini penyakit tidak menular. Foto: Puskesmas Laren.)
Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di banyak wilayah, termasuk di tingkat kab...
Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di banyak wilayah, termasuk di tingkat kabupaten. Pencegahan yang efektif membutuhkan deteksi dini agar penyakit dapat dikelola sebelum berkembang lebih serius. Puskesmas Laren menghadirkan DENI CAH TEMEN atau Deteksi Dini Cegah Penyakit Tidak Menular sebagai program skrining kesehatan berbasis masyarakat.
DENI CAH TEMEN menyelenggarakan
kegiatan skrining kesehatan secara berkala di posbindu, kantor desa, tempat
kerja, dan lokasi keramaian. Pemeriksaan mencakup pengukuran tekanan darah,
gula darah, kolesterol, indeks massa tubuh, serta wawancara faktor risiko
seperti pola makan dan aktivitas fisik.
Warga yang terdeteksi memiliki
faktor risiko atau kondisi tertentu memperoleh konseling langsung dari petugas
dan rujukan ke layanan kesehatan lanjutan bila diperlukan. Data hasil skrining
dicatat dalam sistem puskesmas untuk pemantauan berkala.
Selain skrining, program juga
memberikan edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat, konsumsi gizi
seimbang, aktivitas fisik teratur, dan pengendalian faktor risiko. Kegiatan ini
melibatkan kader kesehatan sebagai penggerak di tingkat komunitas.
DENI CAH TEMEN menghadirkan
pendampingan lanjutan bagi warga dengan hasil skrining yang menunjukkan risiko.
Petugas puskesmas menyusun rencana intervensi individual, mulai dari kunjungan
rumah, konseling perubahan perilaku, hingga pemberian obat bila diperlukan.
Puskesmas Laren juga menjadikan
hasil skrining sebagai bahan penyusunan program kesehatan wilayah. Wilayah
dengan angka risiko tinggi menjadi prioritas kegiatan promosi kesehatan
lanjutan, seperti kelas gizi keluarga, kelompok senam, dan pertemuan warga bertema
kesehatan.
DENI CAH TEMEN menjadi bagian
dari upaya Puskesmas Laren membangun budaya sadar kesehatan di masyarakat.
Kegiatan skrining rutin diharapkan bukan sekadar prosedur medis, tetapi juga
momen untuk mengingatkan warga menjaga gaya hidup sehat. Semangat tersebut
menempatkan pencegahan sebagai investasi jangka panjang yang menguntungkan
keluarga dan komunitas.
Melalui DENI CAH TEMEN,
Puskesmas Laren berupaya menekan angka penyakit tidak menular dengan memperluas
cakupan deteksi dini. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan secara proaktif.