BAYAN, Belajar Al-Qur’an Metode Yanbu’a di SDN 2 Kedungkumpul
BAYAN, Belajar Al-Qur’an Metode Yanbu’a di SDN 2 Kedungkumpul (Foto: Siswa sekolah dasar mengikuti kegiatan membaca Al-Qur'an. Foto ilustrasi: SIT Mulia)
. Pengajaran Al-Qur’an di sekolah dasar memerlukan metode yang mudah diikuti sekaligus memberi dasar yang kuat bagi siswa. Salah satu metode ya...
. Pengajaran Al-Qur’an di sekolah dasar memerlukan metode yang mudah diikuti sekaligus memberi dasar yang kuat bagi siswa. Salah satu metode yang berkembang di Indonesia adalah Yanbu’a, yang dikenal dengan pendekatan bertahap dari pengenalan huruf hingga bacaan lancar. SDN 2 Kedungkumpul mengadopsi metode ini melalui program BAYAN atau Belajar Al-Qur’an Metode Yanbu’a.
BAYAN dilaksanakan sebagai
kegiatan rutin sekolah yang menyatu dengan pendidikan agama. Siswa dibagi
berdasarkan tingkat kemampuan membaca, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah
bagi kelas rendah hingga bacaan tartil bagi siswa yang telah menguasai dasar.
Setiap kelompok mendapat pendampingan dari guru pembimbing yang telah memahami
metode Yanbu’a.
Metode ini menekankan pengenalan
huruf, harakat, dan bacaan yang benar melalui pengulangan berjenjang. Siswa
berlatih membaca bersama, kemudian dilanjutkan dengan bacaan individu untuk
mengetahui perkembangan masing-masing. Pola tersebut memungkinkan guru
memberikan pendampingan sesuai kebutuhan.
Selain kemampuan membaca, BAYAN
juga menanamkan adab membaca Al-Qur’an, seperti kebersihan, sikap duduk, serta
sikap hormat terhadap kitab suci. Pendekatan ini memperkuat pembentukan
karakter religius sejak dini.
BAYAN diselenggarakan dengan
pendampingan orang tua di rumah agar hafalan dan bacaan yang telah dipelajari
di sekolah tetap terjaga. Sekolah menyediakan panduan singkat bagi orang tua
yang belum terbiasa dengan metode Yanbu’a, sehingga mereka dapat mendampingi
tanpa kesulitan.
Sekolah juga membangun kerja
sama dengan lembaga pendidikan Al-Qur’an di sekitar SDN 2 Kedungkumpul untuk
memperkuat pembinaan. Kolaborasi tersebut membuka peluang tukar pengalaman
antar-guru, penyelenggaraan kegiatan bersama, dan pengayaan materi bagi siswa
yang telah menguasai kemampuan dasar.
SDN 2 Kedungkumpul menempatkan
BAYAN sebagai bagian dari perjalanan panjang pembentukan karakter religius
siswa. Konsistensi selama bertahun-tahun menjadi kunci agar kemampuan yang
telah dibangun tetap terjaga. Pola tersebut menjadikan sekolah bukan sekadar
tempat belajar akademik, tetapi juga rumah yang membentuk keakraban siswa
dengan Al-Qur’an sebagai fondasi hidupnya.
Melalui BAYAN, SDN 2
Kedungkumpul berupaya membekali siswa dengan kemampuan membaca Al-Qur’an secara
benar sekaligus menanamkan akhlak yang baik. Inovasi ini menjadi bagian dari
upaya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara aspek akademik dan pembinaan
keagamaan.